Cara Mencegah Buku Menguning

Tuesday, October 24, 2017
Foto: Bruce Dixon

Weekend kemarin akhirnya aku punya waktu luang dan niat yang cukup untuk menata ulang koleksi bukuku. Yah, meski akhirnya tetap belum bisa berjajar rapi di rak buku, at least mereka tidak menumpuk penuh debu di sudut kamarku. Satu demi satu aku catat just in case ada yang terlewat. Dan benar saja, beberapa buku yang dipinjam sejak zaman dulu belum dikembalikan! Ah, sedihnya. Tapi yang paling menyedihkan adalah halaman-halaman buku kesayangan yang mulai memperlihatkan bercak kekuningan. Oh, God. I do love old books, but I hate to see the process.

Kenapa buku menguning?
Bahan dasar pembuatan kertas adalah kayu. Sayangnya, meski lebih murah ternyata bahan dasar ini lebih mudah bereaksi dengan oksigen dan cahaya matahari. Kayu mengandung dua zat polimer utama, yaitu selulosa dan lignin. Secara teknis, selulosa ini colorless dan sangat mudah menyerap cahaya sehingga membuatnya buram. Oksidasi selulosalah yang membuat kertas jadi terlihat dull, rapuh, dan less white. Tapi, bukan ini penyebab kertas menguning.

Zat lain dalam kayu adalah lignin yang paling banyak terkandung dalam kertas koran. Bisa dibilang lignin adalah "glue" bagi kayu. Dia berfungsi untuk menguatkan dan mengeraskan kayu. Berbeda dengan selulosa, warna zat ini lebih gelap seperti paper bag cokelat atau kardus Indomie. Tapi, oksidasi lignin lebih tinggi. Oksigen mengubah struktur molekul lignin sehingga warnanya berubah menjadi yellow-brown.

Nah, kertas koran yang biaya produksinya lebih murah mengandung lebih banyak lignin. Sehingga, kertas koran lebih mudah menguning. Sedangkan kertas buku banyak yang di-bleeching sehingga kandungan ligninnya berkurang. Oleh karena itu, saat ini banyak dokumen penting yang ditulis pada kertas acid-free dengan kandungan lignin yang sangat terbatas.

Foto: Sonoma Valley Museum of Art

Cara Mencegah Buku Menguning

  1. Jauhkan dari paparan sinar matahari secara langsung. Ternyata, hal ini yang membuat bukuku menguning di bagian pinggir. Tanpa aku sadari, pada siang hari sudut kamarku tersorot sinar matahari meski jendela tertutup.
  2. Sampul semua buku! I don't know if this really help, tapi ternyata sinar UV bisa membuat cover buku memudar dan (sepertinya) cepat rapuh. Beberapa buku lamaku yang lupa disampul sudah menunjukkan tanda-tandanya.
  3. Jangan ditaruh di tempat lembab. Beberapa orang mungkin ada yang menyimpan koleksi buku lama di gudang atau langit-langit kamar. Biasanya ini juga dilakukan orang yang pernah pindah rumah dan belum sempat unpacking. Padahal, high humidity bisa merusak kertas. Begitu juga dengan low humidity yang membuat kertas kering, menguning, dan rapuh. So, lebih baik letakkan buku di udara normal saja.
  4. Beri jeda "bernapas"! Meski diletakkan berdiri (posisi yang paling direkomendasikan agar tidak merusak jilid buku), berilah sedikit jarak (kira-kira 3cm) dari dinding atau bagian belakang rak agar sirkulasi udara lancar.
  5. Bungkus dengan plastik wrap atau plastik klip. Oke, bagiku ini agak ekstrim sih. Sebab, kadang aku masih ingin membaca koleksi lamaku. Jadi, cara ini jelas tidak akan aku praktekkan dalam waktu dekat. Tapi, bagi kolektor sih silahkan dicoba.

Untungnya, aku adalah tipe pembaca yang lebih suka meminjam atau membeli e-book terlebih dulu. Kalau bagus dan worth untuk dikoleksi, baru aku membeli versi cetaknya. Maklum, aku ini tipe pembaca yang judge the book by its cover tanpa membaca sinopsis maupun review. Jadi, yaaa...sering ketipu. Oleh karena itu, banyak koleksi bukuku yang masih tersegel sehingga aman dari bercak-bercak kuning.

15 comments:

  1. Makasih tipsnya. Iya nih kadang sebel juga lihat koleksi buku jadi pada menguning karena disimpan

    ReplyDelete
  2. Kalau saya tidak masalah buku menguning, yang berat itu justru buku dimakan rayap atau tikus. Dan naasnya saya pernah mengalami keduanya. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh. Ada yang sampai dimakan tikus ya? Pengen pinter juga kali tikusnya hehe

      Delete
  3. kadang aku udah punnya niat nyampul
    eh waktunya ga ada
    pengen kasih tenpat khusus belum ada sempat
    biasanya gak hanya menguning tapi jadi coklat
    hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setelah baca blog post-nya Mas Ikrom, sepertinya mas benar-benar terhambat sama waktu ya :)) Kalau begitu beli buku di Togamas saja. Kalau nggak salah ada sampul gratis kan?

      Delete
  4. Wah aku baru tahu loh mbak. Aku punya banyak buku krn emang suka baca tapi ya gitu sih lama kelamaan buku" menjadi kuning.boleh nih dicobain tipsnya. Makasih infonya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama :) Semoga bukunya "selamat" ya hehe

      Delete
  5. wih ilmu baru.... etapi kadang buku kuning malah jadi wangi hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wangi? Baru tahu malah :/ Baunya punya ciri khas sih. Tapi I don't think it's wangi haha

      Delete
  6. kita mengalami hal yang sama. hehe. makasih tipsnya.

    ReplyDelete
  7. Makasih tipsnya mbak. Kalau saya sih seringnya buku itu lembab. Apa karena rumah saya gampang banget lembab kali ya?

    ReplyDelete
  8. Bagian terberatnya adalah : sampul buku. Kalau beli dan langsung pasang sampul mungkin lebih baik ya mba. Aku belum blas. Hehhe

    ReplyDelete
  9. Informasinya berguna banget mbak, terutama buatku yang bukunya banyak... ^^

    ReplyDelete
  10. Aku pernah ngaruh buku di kardus..taunya disebutin..dan lembab..banyak buku rusak..*nangis

    ReplyDelete

Thanks for reading! Jangan lupa tinggalkan jejak di sini. If you own a blog, don't forget to link it. I will visit you later. x