Wisata Jogja Terbaru Instagramable, Wajib ke Sini!

Sunday, May 19, 2019
Wisata jogja terbaru tebing watu mabur
Foto: Instagram @ilysyafrizal

JOGJA!!! Inilah salah satu kota favoritku untuk liburan. Sejak kecil aku cukup sering berkunjung ke Jogja untuk menghadiri acara keluarga. Udah datang jauh-jauh, ya sekalian liburan. Yang bikin kami sekeluarga betah di Jogja adalah suasananya. Ramai, tapi tetap tenang. Penuh orang, tapi nggak ada yang saling ‘‘serang’’. Well, you know, misalnya maki-maki di jalan atau membunyikan klakson tanpa aturan. Hal-hal ala kota metropolitan nggak aku temukan di sana.

Sayangnya, sudah cukup lama aku nggak liburan ke Jogja. Wisata Jogja terbaru yang katanya Instagramable itu belum pernah aku cicipi. Padahal, rasanya dulu hampir tiap tahun ke Jogja lho. Mulai dari tempat wisata mainstream sampai kulinernya nggak pernah luput dicoba. Oleh karena itu, mumpung musim liburan, aku mau membuat list wisata Jogja terbaru yang akan aku datangi saat liburan ke sana lagi.

#1 Pule Payung


Wisata Jogja Terbaru Pule Payung
Foto: Instagram @ldjtour

Sebenarnya, aku ini takut ketinggian. Cuma naik ke lantai dua di rumah aja kalau menengok ke bawah sudah merinding disko. Tapi, sekarang semakin banyak tempat wisata alam yang berbau ketinggian nggak sih? Dan aku belum pernah mencoba satu pun! Sedih banget. Nah, berhubung di Pule Payung ini nggak cuma ada ayunan yang serem banget itu, aku mau mencobanya!

Lokasi Pule Payung nggak jauh dari Kali Biru, salah satu wisata Jogja yang cukup populer sehingga bagi sebagian orang mungkin sudah over crowded. Pule Payung pun hadir sebagai wisata alternatif. Pemandangannya emang kece banget! Kita bisa berfoto dengan background perbukitan di Kulon Progo dan spot fotonya banyak. Duh, nggak sabar pengin liburan ke sana.

#2 Taman Tebing Breksi


Wisata Jogja Terbaru Taman Tebing Breksi
Foto: Instagram @len.nyn_

Apa sih bagusnya lihat bebatuan? Eits… Tunggu dulu. Bebatuan putih bisa jadi background super apik buat foto di Instagram! Ha ha ha. Buktinya, wisata taman tebing seperti Taman Tebing Breksi selalu laris manis diserbu wisatawan.

Taman Tebing Breksi terletak di Pedukuhan Nglengkong, Groyokan Sambirejo, Prambanan. Dengan jumlah konten yang bisa dihasilkan dari tempat ini, harga tiket masuk Rp 5.000 murah banget lah ya. Apalagi, dari tempat ini bisa terlihat Candi Ratu Boko juga. Sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui, cuy!

#3 The Lost World Castle


Wisata Jogja Terbaru The Lost World Castle
Foto: Instagram @dongvns

Sebelum Running Man, ada yang namanya Benteng Takeshi, variety show asal Jepang yang nggak kalah kocak. Nah, bangunan kastil di The Lost World Castle ini mengingatkanku pada acara tersebut. Selain itu, berfoto di kastil bikin liburan terasa seperti di Eropa atau Inggris. Belum lagi cuaca dan udara semilirnya nggak sepanas Surabaya he he. Ah, foto di Instagram pasti bikin iri!

Selain jadi tempat wisata Instagramable, The Lost World Castle ini sebenarnya dibangun untuk memberi edukasi kepada masyarakat tentang erupsi besar Gunung Merapi. Saking dahsyatnya, bencana alam itu meluluh-lantakkan desa-desa di sekitar sana. It’s a sad story that should be remembered. Siapkan uang Rp 25 ribu untuk tiket masuknya ya. Yang punya adik kecil, cocok banget diajak ke sini.

#4 TUJUAN Café


Wisata Jogja Terbaru TUJUAN Cafe
Foto: Instagram @uchiet

Well, meski bukan tempat wisata, bagiku culinary merupakan tujuan wisata juga. Jadi, nggak salah dong kalau aku memasukkan TUJUAN Café sebagai salah satu wisata Jogja terbaru yang wajib dikunjungi? Ini adalah café milih suami selebgram Claradevi alias @lucedaleco. I’m not really into her personal life, tapi setahuku dia orang Jogja. Jadi, nggak heran kalau dia dan suami membuka bisnis di kota pelajar ini.

TUJUAN Café ini Instagramable banget! Semua sudut café rasanya cocok buat dijadikan spot foto. Nggak heran lah ya. Coba lihat Instagram si Clara. Duh, bikin iri banget karena nggak ada yang jelek. Nah, karena terletak di Jogja, aku berharap harganya sih lebih terjangkau daripada café-café Instagramable di Jakarta.

Nah, berhubung sekarang udah kerja dan nggak punya waktu liburan sebebas dulu, aku nggak bisa santai melakukan perjalanan Surabaya-Jogja lewat darat. Demi menghemat waktu, aku biasanya jalan-jalan naik pesawat. Tapi, harga tiket pesawat domestic kan lagi menggila tuh. Tenang, thanks to Traveloka, aku bisa liburan murah dengan paket wisata Jogja murah. Membeli tiket pesawat sekaligus hotel ternyata bikin hemat banget lho! Coba deh cek harganya. See you soon, Jogja!

Tabungan Online SOBATKU: Super Praktis dan Berhadiah 100 Juta!

Wednesday, May 8, 2019
Kepo Market 2019 Galaxy Mall Surabaya

I was super excited waktu diperkenalkan pada tabungan online SOBATKU. Kebetulan aku lagi semangat belajar finansial dan mencoba berbagai fintech terkini. Nah, SOBATKU (Simpanan Online Sahabatku) ini menarik karena hadir sebagai tabungan online berbasis aplikasi instead of e-wallet. Bagi yang sudah baca tipsku tentang cara mengatur keuangan anti bokek di tanggal tua, pasti sudah tahu kalau aku kurang suka menyimpan uang di e-wallet.

Digagas oleh KSP Sahabat Mitra Sejati, sebuah institut keuangan terpercaya, SOBATKU nggak kalah aman kok dari bank-bank konvensional. Sebab, selain sudah tercatat di OJK, tabungan online yang diluncurkan pada 12 Juli 2017 ini juga didukung penuh oleh Bank Sahabat Sampoerna. Jadi, fintech ini sudah jelas bukan abal-abal ya, guys.

tabungan_online_sobatku
Atim Darmanto (Area Manager SUKM Jawa Timur, KSP Sahabat Mitra Sejati), Ceppy Y Mulyana (Ketua Pengurus KSP Sahabat Mitra Sejati), Oktavia Laksmi Wardani (Head of SOBATKU), Hendra Setiawan (Regional Business Head Bank Sahabat Sampoerna), Michael Putra Bani (CEO Kepo Market) mengenalkan aplikasi SOBATKU

Nah, Sabtu kemarin (4/5) di Kepo Market yang bertempat di Galaxy Mall Surabaya, aku mendapat kesempatan mencoba langsung aplikasi SOBATKU. Dibandingkan membuka rekening di bank konvensional, registrasinya super cepat! Setelah download, isi data diri, masukkan foto KTP, dan selfie sambil memegang KTP. Setelah itu, tinggal menunggu konfirmasi deh (setelah daftar, kita bisa login ke aplikasi, tapi belum bisa dipakai bertransaksi ya!).

Thank God proses konfirmasinya cukup cepat sehingga aku bisa langsung belanja di Kepo Market pakai SOBATKU. Kenapa nggak bayar pakai cara lain? Demi cashback, sis. Lumayan lho cashback 30 persen. Tertantang untuk menghabiskan saldo sampai nol rupiah, aku jadi terus-menerus membeli makanan berkat cashback yang lumayan itu.


‘‘Apakah aku harus buka rekening tabungan SOBATKU?’’


Sebagai tabungan online baru, aku paham kalau kamu mungkin ragu. Oleh karena itu, ada beberapa key points yang bisa dipertimbangkan sebelum buka rekening tabungan SOBATKU.

Serba Online, Cocok buat yang Super Sibuk


Pernah nggak mengalami hal yang bikin kamu harus ke cabang bank terdekat? Kalau aku sih sering banget. Membuka rekening lah, mengurus internet banking dan mobile banking lah, ganti kartu lah... Kadang mager banget dan nggak sempat buat mampir #sigh Nah, sebagai tabungan online berbasis aplikasi, SOBATKU bisa diurus hanya dengan sentuhan jari. Dari kasur sambil gulung-gulung nonton drama Korea juga bisa he he.

DOWNLOAD DI SINI: ANDROID | iOS

Setor dan Tarik Tunai Bisa di Alfamart


Mempertimbangkan penyebaran mesin ATM adalah salah satu caraku menentukan mau membuka rekening di bank apa. Percuma kan punya rekening yang susah diambil uangnya. Mungkin karena itu SOBATKU menggandeng Alfamart. Mini market ini kan cabangnya dimana-mana dan hampir ada di semua jalan. Jadi, kita lebih gampang setor dan tarik tunai. Goodbye mesin ATM!

aplikasi_sobatku_tabungan_online

Fungsi Mirip E-Wallet, Tapi Dapat Bunga


I understand people save a lot money on e-wallet for promos and cashback. Tapi bagiku, menyimpan terlalu lama itu nggak ada untungnya juga. Beda dengan SOBATKU. Aku tetap bisa memakai untuk membayar ini-itu layaknya e-wallet, tapi uang yang tersisa akan mendapat bunga layaknya bunga tabungan. Ya kan SOBATKU memang tabungan, Sis. Jadi, uangku cukup berada di satu portal aja. Nggak perlu bingung top-up e-wallet A dan B (ada yang dibebani biaya top-up kan?).

Ada Undian 100JT dan Paket Umroh!


Menggiurkan ya hadiahnya? Aku juga cukup amazed melihat pengundiannya di Kepo Market. Hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 100 ribu, Rp 500 ribu, Rp 1 juta, Rp 5 juta, dan Rp 10 juta akan diundi setiap bulan. Sedangkan grand prize Rp 100 juta dan empat paket hadiah Umroh diundi setiap tiga bulan. Hadiahnya banyak lho. Berarti, kesempatan menangnya juga besar!

Untuk mendapat satu poin undian, kita cukup menabung Rp 50 ribu. Jadi, kalau mau punya banyak poin agar kemungkinan menangnya besar, ya menabunglah sebanyak-banyaknya. Toh nggak rugi juga. Undian ini bisa diikuti seluruh masyarakat Indonesia ya.

Ada juga hadiah tambahan khusus warga yang tinggal di tempat diselenggarakannya pengundian. Misalnya, satu paket Umroh sebagai hadiah tambahan khusus warga Jatim yang dibagikan saat Kepo Market kemarin karena pengundian berlangsung di Surabaya. Kalau di kotamu ada acara pengundian SOBATKU, jangan dilewatkan! Datang dan perbanyak saldo tabungan.

pengundian_pemenang_hadiah_sobatku_100JT

Nah, sekarang sudah bisa memutuskan mau menabung di SOBATKU atau nggak? Aku sangat setuju dengan Hendra Setiawan (Regional Business Head Bank Sahabat Sampoerna) yang mengatakan bahwa banyak penduduk Indonesia yang punya smartphone, tapi nggak punya rekening. Menurutku hal itu sangat disayangkan. Teknologi semakin mempermudah hidup kita lho, khususnya di dunia perbankan. Jadi, nggak ada alasan lagi buat malas menabung :)

Mau Beli Rumah Murah secara Online? Ikuti Tips Ini!

Saturday, April 27, 2019
beli rumah murah online
Foto: Pixabay

Sejak memasuki usia kepala dua dan terjun ke dunia kerja, mau nggak mau aku harus memikirkan cara untuk membeli rumah. Apakah aku harus beli rumah juga? Memang berapa harga rumah sekarang? Dimana aku bisa beli rumah murah? Bagaimana caranya buat mengetahui semua info itu tanpa harus panas-panasan keliling Surabaya?

Thank God! Sekarang nggak cuma baju dan skincare yang diperjual belikan secara online. Rumah pun bisa dijual online berkat e-commerce properti yang mulai bermunculan. Nggak cuma rumah, platform jual beli properti berbasis online biasanya juga menjual apartemen, tanah, dan produk properti lain.

Waduh, ini beli rumah lho. Masa beli online kayak masukin skincare ke keranjang (yang entah kapan di-check out itu)? Tenang, coba simak tips membeli rumah secara online berikut ini!

#1 Cari Lokasi Terbaik


Sebelum harga, bagiku lokasi adalah hal utama yang perlu diperhatikan. Mau di pusat kota atau suburb aja? Mau dekat kantor atau dekat pusat pembelanjaan? Hal ini harus dipikirkan matang-matang kalau memang ingin membeli rumah untuk jangka panjang. Nggak lucu lah kalau sudah beli rumah murah, eh, ternyata jauh dari mana-mana dan malah membuat budget transportasi membengkak berkali-kali lipat.

Dimana lokasi rumah dijual yang akan kita beli itu jadi lebih gampang dilihat berkat e-commerce properti. Misalnya, aku pengen beli rumah di dekat Graha Pena Surabaya. Setelah itu, aku harus menentukan mau rumah di dalam perumahan, pemukiman padat penduduk, atau pinggir jalan A. Yani (ngimpi banget kan?). Eits, cari tahu dulu ya perkembangan wilayah di daerah itu.

lokasi terbaik beli rumah online
Foto: Unsplash

#2 Pilih Rumah Sesuai Budget


Nggak usah berharap beli rumah kayak chaebol kalau budget-nya cuma cukup buat beli rumah tipe 36 di sebuah perumahan yang baru dibangun. Harga properti itu naik terus lho. Rasanya sulit buat ngejar rumah megah impian kalau cari yang ‘‘murah’’. Menurutku, lebih baik perhatikan lokasi (poin sebelumnya) dan fungsi rumah itu sendiri, bukannya gengsi. Meskipun membeli rumah dengan cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), jangan sampai menghabiskan dana dari pos lain.

#3 Cek Legalitas dan Biaya Tambahannya!


Biasanya, orang Indonesia tuh susah banget disuruh baca dengan seksama. Dengan seksama lho ya. It means detail banget sampai tulisan-tulisan terkecil dan samar-samar (sering terjadi nih saat banyak promo diskon). Nah, karena berhubungan dengan properti, double your effort to read! Biasanya, iklan penjualan properti sudah mencantumkan elemen-elemen berkas legalitas dari properti yang dijual. Tapi, nggak ada salahnya buat cross check dan menanyakan hal yang belum dicantumkan. Don’t be passive buyer ya!

Berkas legalitas tersebut penting banget untuk mengurus proses pindah tangan properti di notaris. Beberapa berkas yang penting buat dicermati adalah sertifikat status hunian (SHM atau SHGB), pelunasan dan surat bebas tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta akta jual beli yang terakhir. Catat ya!

Selain aspek legalitas, kita juga harus menanyakan tentang biaya-biaya lain selain harga rumah. Misalnya, tunggakan listrik dan PDAM (kemarin aku sempat bermasalah dengan ini nih sampai listrik rumah diputus). Dengan begitu, kita bisa ancang-ancang berapa harga all-in.

tips membeli rumah secara online
Foto: Unsplash

#4 Survei Langsung Tetap Penting Lho


Yah, harapannya sih bisa beli rumah tanpa panas-panas. Tapi, setelah dipikir-pikir, ini rumah lho, bukan gorengan :)))) Daripada rumah yang dibeli ternyata nggak sesuai dengan foto (hayo, siapa yang sering tertipu barang olshop? He he), kan mending survei sendiri. Seharusnya sih kondisi rumah nggak jauh berbeda dari foto di e-commerce properti. But maybe they miss the details! Oleh karena itu, pastikan mengecek dengan seksama, mulai luar sampai dalam.

Hotel di Bali, Meski Mewah bisa Murah!

Friday, April 26, 2019
Sebagai destinasi utama para turis mancanegara, Bali menjadi daerah yang mematok harga barang dan jasa cukup tinggi. Mulai dari restauran, hotel, bahkan ice cream cone! Nggak heran deh kalau liburan ke Bali jadi terkesan ‘‘mahal’’. Padahal, banyak hotel di Bali yang murah dengan fasilitas hotel bintang 4. Salah satunya b Hotel Bali & Spa yang terletak di Denpasar.

b_hotel_bali_spa_pegipegi

Waktu itu, keluargaku memang ingin mencicipi hotel di Bali. Alhasil, dalam kurun waktu empat hari tiga malam, kami pindah-pindah hotel. Salah satunya di b Hotel Bali & Spa. Rencananya sih dibuatkan konten review hotel di blog, tapi aku selalu kehilangan mood setelah sampai di Surabaya he he. Nah, berhubung UNAS sudah selesai, siapa tahu ada adik-adik yang mau liburan ke Bali dan butuh rekomendasi hotel murah.

b Hotel Bali & Spa adalah sebuah hotel bintang 4. Lobinya luaaaas banget dan hotelnya besar. Aku memilih hotel ini karena saat itu ada deal bagus banget. Bayangkan, dengan harga Rp 600 ribuan, aku bisa mendapatkan kamar berukuran deluxe dengan akses langsung ke kolam renang. SUKA BANGET! Bangun tidur, leyeh-leyeh sambil minum teh hangat di pinggir kolam… Duh, jadi pengin liburan ke Bali lagi.

Selain kamar yang luas dan mendapat akses ke kolam renang dengan harga murah, b Hotel Bali & Spa ini punya menu sarapan yang luar biasa lengkap. Mulai dari masakan khas Indonesia, pasta, bread and bakery, sampai buah-buahan, jus, dan puding berbagai rasa. Aku sampai nggak bisa berhenti mengambil makanan. Apalagi, suasana restauran b Hotel Bali & Spa sangat mengesankan. Areanya semi outdoor. Jadi, kalau sarapan di bagian outdoor, kita masih terkena sinar matahari sehat. Yang jelas sih bikin foto jadi Instagram-able he he.


Meski bukan hotel dekat Pantai Kuta, b Hotel Bali & Spa terletak di pusat keramaian Denpasar. Dengan begitu, aku nggak perlu naik mobil saat mencari makanan. Niatnya memang cuma leyeh-leyeh di kamar kok. Beberapa langkah dari sana ada rawon yang cukup enak dan beberapa tempat makan affordable lain. Mau beli jajanan buat dibawa ke kamar? Ada banyak pilihan!

Nah, malam berikutnya, aku pindah ke The Tusita Hotel. Dulu, aku pernah menginap di sini bersama teman-teman kantor. Bukan hotel mewah sih, tapi hotel ini DEKAT PANTAI BANGET! Aku masih ingat waktu itu kami jalan-jalan ke arah Pantai Kuta dan nggak terasa, sudah sampai dong. Sepanjang Jalan Kartika memang banget restauran, café, pub, dan bahkan toko oleh-oleh. Jadi, mata kita dimanja terus sehingga nggak terasa capeknya.

Selain dekat pantai, The Tusita Hotel juga deket banget dari Lippo Mall Kuta. Kadang ada live music di bagian outdoor depan. Ah, rindu banget duduk-duduk di sana sambil mendengarkan musik dan rambut tersibak angin pantai. Bahkan, dalam perjalanan pulang ke hotel, kami bertemu artis yang lagi syuting naik motor Ninja. Sambil jalan menggos-menggos, kami merasa seperti pernah lihat, tapi nggak tahu itu siapa :)))) Artis muda pokoknya dan sering muncul di sinetron atau FTV. If you give me some pictures, I’d probably remember.

Nah, kapan mau liburan ke Bali? Semua hotel di Bali bisa kamu pesan lewat PegiPegi. Aku sih suka booking di sana karena harganya kompetitif dan sering dapet promo. Selain itu, informasi tentang hotelnya disajikan lengkap! See you in Bali!

Nggak Heran kalau Semua Orang Suka Via Vallen

Thursday, March 28, 2019
via vallen konser spesial slank bersama shopee
Foto: wap.mi.baca.co.id

To be honest, aku bukan pecinta musik dangdut. Yang bikin aku nggak suka bukanlah gendangannya, melainkan lirik vulgar yang nggak mendidik beserta penyanyinya yang kadang cukup erotis. Memang sih lagu-lagu Top 40 juga banyak yang explicit sampai dibatasi jam pemutarannya oleh pemerintah Jawa Barat. Tapi, musik dangdut itu didengarkan oleh orang dewasa sampai anak kecil dari berbagai kalangan, cuy! And they know the meaning!

Tapi, waktu sosok Via Vallen mulai muncul, aku mulai bingung. Aku tetap nggak suka lagu-lagunya (yang kebanyakan merupakan hasil cover lagu dangdut popular), tapi image Via Vallen ini mengubah pandanganku terhadap penyanyi dangdut. Yes, she’s so far away from those blings and erotic choreography. Bahkan, sebagai pecinta K-pop, dia sering mengusung gaya Korea dan justru dari situ dia semakin merangkul pasar lebih besar. Nice move, Via!

Meski bukan fans beratnya, aku sering banget mendengar lagu Via Vallen diputar. Lama-lama kan ya kepo dong siapa sosok penyanyi dangdut muda ini. Bahkan, sebelum menulis postingan ini, aku melempar pertanyaan di media sosial and I’m surprised bahwa banyak temanku yang suka Via Vallen :””) Ternyata, ini lho yang bikin banyak orang suka dia.

Penampilan Via Vallen Mengubah Image Penyanyi Dangdut


As I stated before, Via Vallen ini beda level dengan penyanyi dangdut yang sering kita lihat disawer bapak-bapak di acara kampung. Dia juga beda dari penyanyi dangdut yang sering diputar di DVD bus-bus antarkota. She has a class! Meskipun berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur, dan sudah berkecimpung di dunia dangdut sejak kelas 5 SD, aku bersyukur dia sudah mengubah image erotis dari penyanyi dangdut Indonesia.

via vallen penyanyi dangdut indonesia
Foto: instragram.com/viavallen

Lagu Via Vallen Selalu bikin Earworm


Aku tuh jarang banget kepo siapa penyanyi di balik lagu-lagu hits di Indonesia. Tapi suatu hari, aku naik motor dan menunggu lampu merah. Di sisi kanan dan kiriku ada bemo yang sepertinya disewa oleh rombongan anak sekolah. Eh, mereka semua menyanyi, ‘‘Sayang…. Opo kowe krungu…’’ And I was like, lagu ini seheboh itu ya sampai anak SMP (dilihat dari seragamnya) hafal semua liriknya dan terlihat happy banget menyanyikannya.

Sejak itu, aku jadi earworm dengan lagu Via Vallen yang berjudul Sayang. Don’t tell anyone, kadang aku ikut menyanyikannya dalam hati. Gengsi ah. He he he.

She Nailed Asian Games 2018 Opening Song!


Waktu tahu lagu opening Asian Games 2018 dibawakan Via Vallen, aku agak skeptis sih. Menurutku, opening anthem (apalagi ini acara olahraga) seharusnya dibawakan oleh musisi yang pembawaannya lebih ‘‘strong and bold’’. Misalnya, Slank, Kotak, dan Gigi. Tapi, waktu Ketua Inasgoc Erick Thohir menjelaskan bahwa mereka memilih musisi yang lebih mewakili Indonesia, aku paham kenapa Via Vallen yang ditunjuk. Dan lagi-lagi, lagunya berhasil bikin earworm!

Dia Berani Mengungkap Pelecehan Seksual yang Menimpanya


Masih ingat saat Instagram story Via Vallen viral karena menguak DM dari seseorang yang terkenal? DM tersebut berisi pelecehan seksual yang nggak seharusnya dilakukan meskipun kamu orang terkenal, pejabat, maupun crazy rich Surabaya. Aku ingat betapa besar kontroversinya karena di satu sisi ada yang mengapresiasi keberaniannya, sedangkan di sisi lain mengecam karena menyebarluaskan screenshot chat (yang dilarang undang-undang).

Oh well, terlepas dari penyebarluasan private message, menurutku apa yang dilakukan Via patut diapresiasi. Sebab, nggak gampang lho memberitahu orang lain tentang pelecehan yang kita terima. Butuh keberanian tinggi!

Konser Spesial SLANK bersama Shopee


Nah, buat yang suka Via Vallen, ada kabar bagus nih! Penyanyi dangdut kelahiran 1990 ini akan tampil eksklusif di Konser Spesial SLANK bersama Shopee. Kamu bisa menontonnya pada 31 Maret 2019 pukul 19.00 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, dan ditayangkan di SCTV serta Indosiar. Yay, nggak perlu takut TV kabel gangguan nih kalau hujan! Buat yang masih nggak percaya dengan keistimewaan Via, tonton juga ya. Buktikan sendiri he he he.

Acara Konser Spesial SLANK bersama Shopee juga akan dimeriahkan oleh Syahrini, The Princess yang baru saja menikah di Jepang dan bikin heboh dimana-mana. I’m sure she’s going to perform her newest single, Restu, sih. Kalau aku pasti kepo baju yang dipakai Syahrini karena selalu heboh, tapi tetap elegan. Nggak gampang lho menciptakan look seperti itu.

Selain Via Vallen, SLANK, dan Syahrini, akan ada penampilan dari Marion Jola, Iwa K, DJ Yasmin, Ariel Tatum, Pamela Safitri Duo Serigala, dan Andi /Rif. Ada juga sesi Kuis Shopee dan Goyang Shopee yang lebih spesial dari biasanya. Wah, pemburu diskonan jangan sampai ketinggalan!! Semua Pasti Ada di Shopee! Jadi, mari kita nonton Konser Spesial SLANK bersama Shopee demi mengosongkan keranjang yang sudah penuh itu ;)

5 Film Maret 2019 yang Wajib Ditonton Selain Captain Marvel

Wednesday, February 20, 2019
Foto: Dailymotion

Wah, sudah lama nggak bahas film ya. Sebenarnya, aku masih ke bioskop kok setiap minggu untuk menonton film-film terbaru (lebih sering streaming film Netflix). Sayangnya, aku sering mager menuliskan review-nya he he he. Tapi, terlalu banyak film Maret 2019 yang menarik sehingga membuatku ingin menuliskan daftarnya. Sekalian jadi ‘‘to-be-watched list’’ gitu. Apa saja 5 film rilisan Maret 2019 yang nggak boleh dilewatkan?

GRETA

Rilis: 1 Maret 2019 (USA)

film maret 2019 greta chloe grace moretz
Foto: Focus Features

Film garapan Neil Jordan ini sempat diputar di Toronto International Film Festival September lalu. Meski nggak mendapat cukup banyak apresiasi, ini adalah film comeback sutradara yang pernah mendapat Piala Oscar untuk The Crying Game (1992) itu sejak 2012.

Berdurasi 98 menit, Greta bercerita tentang Frances McCullen (Chloe Grace Moretz), seorang wanita muda yang ingin mengubah nasib di New York City. Menemukan sebuah handbag tak bertuan, France nggak segan-segan mengembalikan ke pemiliknya. Nah, dari situlah dia bertemu Greta Hideg (Isabelle Huppert). Pemilik handbag yang juga seorang guru piano itu ternyata seorang janda kesepian yang hidupnya menyimpan banyak misteri.

Dengan genre horror drama, film ini seharusnya memuat banyak disturbing images. Meski bukan my cup of tea, aku nggak pernah melewatkan satupun film Moretz. So yeah, aku rela menontonnya di bioskop meski Greta hanya mendapat rating 6,8 di IMDB.

CAPTAIN MARVEL

Rilis: 6 Maret 2019 (Indonesia)

film maret 2019 captain marvel brie larson
Foto: Screen Rant

Siapa sih yang belum tahu tentang Captain Marvel? Sejak awal pembuatannya selalu ramai dibicarakan di media sosial. Mulai dari pemilihan Brie Larson sebagai sang kapten sampai teori-teori tentang alur karena ternyata cerita dalam komik Captain Marvel banyak mengalami perubahan. Dikutip dari comicbook, Marvel Studios akan menggabungkan semuanya sehingga menjadi formula cerita baru. Hmm… Ini nih yang bikin menarik.

Sebenarnya, aku sedang dalam masa bosan-bosannya nonton superheroes. Lama-lama ya mereka terlihat sama, baik produksi Marvel maupun DC. Tapi, sebagai superhero Marvel cewek yang pertama dibuatkan film tunggalnya, aku nggak boleh ketinggalan dong.

WOMAN AT WAR

Rilis: 1 Maret 2019 (USA)

film maret 2019 woman at war
Film: nziff

Beberapa bulan terakhir aku mulai doyan menonton film-film festival. Oleh karena itu, aku semangat sekali menunggu Woman at War tayang di bioskop Indonesia. Diputar pertama kali di Cannes Film Festival 2018, Woman at War benar-benar powerful. Karakter utamanya, Halla, adalah seorang konduktor paduan suara yang ingin menggagalkan operasi Rio Tinto aluminium plant. Banyak cara yang dia lakukan demi mencapai tujuannya. Uniknya, dia sendirian!

Bagi penikmat film blockbuster, film berbahasa Islandia, Spanyol, dan Ukraina ini mungkin terlihat membosankan dan berat. Aku agak ragu sih kalau Woman at War bakal ditayangkan di bioskop. Tapi, mungkin CGV atau Cinemaxx bakal menayangkannya. Beberapa kali ada film antimainstream diputar di sana.

Sebagai film bukan produksi Amerika maupun Inggris, akan banyak wajah aktor dan aktris yang nggak familiar bagi kita. But oh well, harusnya itu bukan masalah. Film ini sudah terbukti mendapat rating cukup tinggi di Rotten Tomatoes dan Metacritic (aku nggak percaya IMDB he he). Kalau kamu suka film-film yang biasanya masuk Oscar, film ini WAJIB kamu tonton juga.

FIVE FEET APART

Rilis: 15 Maret 2019 (USA)

film maret 2019 five feet apart cole sprouse
Foto: Hollywood News Source

COLE SPROUSE EVERYONE!! *screaming excitedly* Aku yakin Five Feet Apart bakal ditunggu-tunggu oleh anak-anak muda Indonesia. Film garapan sutradara Justin Baldoni ini bakal bikin kita senyum-senyum sendiri, ikut baper, dan bahkan menangis bombay. Yap, dua karakter utamanya, Stella Grant (Haley Lu) dan Will (Cole Sprouse), mengidap penyakit yang membuat mereka harus menjaga jarak sebesar lima kaki atau sekitar 1,5 meter.

Sepintas Five Feet Apart terdengar seperti The Fault in Our Star. And yes, penonton yang suka TFiOS wajib menonton film ini. Kalau dilihat dari trailernya, Five Feet Apart nggak terlalu mellow dan gloomy sih. Sosok Stella membuat film produksi CBS ini terlihat menyenangkan. Mengingat setting-nya banyak di rumah sakit, sedikit harapan kan bagus ya biar kita yang menonton nggak depresi-depresi amat he he he.

--

Nah, biar nggak ketinggalan satu pun film di atas, aku selalu rajin mengecek jadwal tayang bioskop lewat traveloka movies. Yang aku suka dari Traveloka movies adalah layanannya yang nggak cuma meng-cover XXI, tapi juga CGV dan Cinemaxx. Seperti yang sudah aku sebutkan tadi, CGV banyak memutar film-film antimainstream, guys. Sedangkan kalau pulang kampung ke Jember, aku pasti nonton di Cinemaxx.

Sejak tiket bioskop bisa dibeli secara online, aku merasa jauh lebih tenang karena nggak perlu takut kehabisan tiket. Aku pun nggak perlu membuka akun di banyak tempat (biasanya layanan bioskop punya website pembelian tiket masing-masing). Bayangkan berapa saldo yang menumpuk kalau tiap top-up minimal Rp 100 ribu padahal harga tiketnya cuma Rp 30–40 ribu #mahasiswaperhitungan #demimasadepansejahtera.

Kalau kamu lebih suka nonton dimana? Pernah antre panjang di bioskop dan mendapat kursi paling depan nggak? Jangan kapok nonton film di bioskop ya!

Resolusi 2019: Thank You, Next

Tuesday, January 1, 2019
Resolusi 2019 Thank You Next
Foto: Unsplash

Pinjam judul lagu terbarunya Ariana Grande ya. Thank You, Next sepertinya paling pas untuk menggambarkan perasaanku menyambut tahun baru. Sebab, banyak hal baru yang terjadi tahun lalu meski nggak bisa disebutkan satu-satu dan nggak selalu terpampang di Instagram-ku. Nggak semua berakhir bahagia, aku mengucapkan thank you (and let’s get to the) next (chapter in life).

Sebelum itu, berikut rekap singkat dari resolusi 2018-ku.
  • Bisa make-up dan rajin merawat kulit: CHECKED! Gara-gara sabun JF Sulfur nggak mempan menghadang timbulnya jerawat di wajah, aku pun mencoba berbagai macam skincare dan melakukan 10 step Korean skincare. Produk terfavorit sih Hada Labo yang berhasil mencerahkan kulit meski akhirnya tetap kusam setelah seharian naik motor. Setelah rajin melakukan steps yang naudzubillah banyak itu, aku sadar kalau kebutuhan kulit orang berbeda. Kulitku ternyata cukup double cleanser, memakai toner, serum, essence, moisturizer, dan (kadang) sheet mask. Kalau pakai peeling dan banyak serum malah beruntusan dan nggak ada pengaruhnya. Sedangkan satu hal yang belum bisa aku lakukan dari applying make-up adalah menjepit bulu mata!! Ya ampun aku parno banget gara-gara pernah terjepit :(
  • Ingat Kebutuhan, Nggak ‘‘Gila’’ Brand: Tanpa aku sadari, ternyata aku masih ‘‘gila’’ brand. Rasanya aku lebih rela bertemu orang yang memakai baju atau tas sama sepertiku asalkan branded, jelas nggak murahan. Aku sempat beli sling bag Zara yang nggak murah-murah amat hanya untuk dipakai satu minggu. Bukan, bukan karena mumpung diskon. Tapi, aku cuma ingin punya tas Zara :"") Nggak penting kan? Fortunately, hal ini nggak berlangsung lama. Entah bagaimana aku merasa terlalu banyak barang yang nggak dipakai dan ingin berhenti membeli barang yang nggak perlu. Aku pun jadi sering menghindari mall he he.
  • Menabung untuk Jalan-Jalan ke Korea: Ya ampun! Aku bahkan baru ingat kalau pernah menulis resolusi ini :)))) I’m following Claudia Kaunang di Instagram. Tapi entah kenapa, bukannya ingin ikut trip bareng dia, aku justru ingin trip sendiri bareng keluarga.
  • Sidang Skripsi dan Wisuda: Aduh. Skip aja ya. Bikin stress banget.
  • Finding ‘‘The One’’: Tahun 2018 kulewati tanpa punya pacar! Antara sedih dan bangga sih karena akhirnya aku sadar kalau nggak perlu punya pacar buat membahagiakan diri sendiri. Bukan berarti aku nggak ingin segera bertemu jodoh ya. Tahun lalu, orang-orang sekitarku ngebet punya pacar dan berharap segera menikah. B-A-N-Y-A-K B-A-N-G-E-T. Jadi, tahu kan pressure-nya bagaimana. Belum lagi orang-orang tua (termasuk orang tuaku) yang selalu bertanya dan memberi kode kapan aku segera naik pelaminan. Wisuda aja belum :"") One thing at a time, please. Situ nggak ikut bayarin nikah kan?
  • Nggak Sering Sakit Lagi: YES! Meski sempat ada sakit-sakit nggak penting (biasanya karena telat makan dan kecapekan), semua masih bisa diatasi!

Yah, nilai rapotnya turun nih. Dari 40 persen (resolusi 2017) menjadi 33,3 persen. Yuk, semangat menghijaukan angka resolusi 2019! *Macam saham aja, Bu.* Without further ado, inilah resolusi 2019-ku. Wish me luck!

Foto: Unsplash

Wisuda, Wisuda, Wisuda

Nggak perlu dibahas panjang. Pokoknya HARUS!

Perbanyak Investasi

Berawal dari pikiran ‘‘bagaimana cara mendapat uang lebih banyak’’, aku kenal secara nggak sengaja dengan saham. Sebenarnya, aku sudah tertarik dengan saham sejak orang-orang ramai main bitcoin. Tapi, sama seperti kebanyakan orang Indonesia, aku masih berpikir bahwa investasi saham hanya untuk orang kaya. Padahal, membuka akun RDI (Rekening Dana Investor) cukup dengan Rp 100 ribu yang langsung bisa dibelanjakan saham.

Setelah beberapa lama mencari info sana-sini, ikut grup saham pemula, dan lain-lain, aku akhirnya memutuskan investasi reksa dana dulu. Aku juga sudah lama mendengar tentang jenis investasi ini. Tapi, waktu aku bertanya ke Bank Mandiri, katanya minimal investasi Rp 1 juta. Entah benar atau nggak, yang jelas reksa dana sebenarnya sudah bisa dilakukan hanya dengan Rp 100 ribu, bahkan Rp 10 ribu lewat Tokopedia.

Nah, tahun ini aku ingin memperbanyak jumlah investasiku. At least rutin investasi setiap bulan. Kapan-kapan aku bakal share caraku mengatur budget ya. Aku juga ingin segera mencoba investasi saham! Sistem dan cara kerja dasarnya sih sudah paham, hanya saja aku merasa belum mampu menganalisa dan memantau pergerakan saham setiap waktu. Menulis blog secara konsisten aja belum bisa, ya kan?

Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Masih ingat tulisanku tentang capsule wardrobe? Nah, itu salah satu cara hidup minimalis. Aku belum terlalu menerapkan capsule wardrobe sih. Tapi, kok kebetulan kantor menerapkan dresscode per hari. Jadi, aku nggak pernah bingung lagi mau pakai baju apa. Biru dongker-putih-biru muda/hijau/merah-biru dongker lagi-batik-libur-bebas! Cycle-nya seperti itu dalam satu minggu.

Gara-gara peraturan baru ini, tiap masuk H&M, Uniqlo, dan sejenisnya, aku hanya memperhatikan warna-warna baju yang bisa dipakai ke kantor. Lumayan, cukup mensortir banyak baju. Kalau melihat warna yang pas, otak langsung berpikir, ‘‘Baju yang biasanya masih bagus kok.’’ Nggak jadi beli deh :)))) Hemat banget! Budget beli baju bisa dialihkan untuk mentraktir ortu makan enak.

Cukup sukses dalam hal baju, aku jadi melirik tumpukan buku di kamar mandi yang entah kapan dirampungkan itu (iya, kamar mandi di dalam kamarku masih seperti gudang he he). Aku berencana menjual dan mendonasikan sebagian. Masih rencana, entah kapan bergeraknya. Aku perlu banyak membaca tulisan tentang gaya hidup minimalis nih dan menonton film dokumenternya di Netflix. Katanya, Raditya Dika menjual semua koleksi jam tangan mahalnya setelah nonton film itu lho! Mau mencoba gaya hidup minimalis juga?


Jalan-Jalan ke Luar Negeri Lagi

Too many unexpected things happened in 2018. Sepertinya aku butuh liburan yang proper. Meski sempat short escape ke Bali beberapa kali, belum lega rasanya kalau masih ‘‘dihantui’’ pekerjaan. Oleh karena itu, setelah suatu target besar berhasil tercapai, aku akan liburan ke luar negeri lagi. Bismillah. Sudah mulai dicicil sih budget dan persiapan untuk di sana. Kemana kah itu? Rahasia!

Kali ini aku ingin mendokumentasikan perjalananku nggak cuma di blog, melainkan juga vlog! Ha ha ha ha. Membayangkannya saja sudah cringe sendiri. Sebenarnya, aku sudah lama ingin membuat channel YouTube. Katanya cari adsense di sana kan lebih gampang. Selain itu, kalau kita perhatikan video-video yang viral, kebanyakan hanya diedit sekedarnya, source comot sana-sini, dan dikasih judul bombastis. Kualitas? Jangan berharap.

Lalu, kenapa belum buat? Pertama, ini sudah era advance technology. Semua orang bikin video yang keren-keren. At least, kualitasnya kece lah. Aku yang skill fotografinya pas-pasan dan punya laptop super lemot ini mana bisa menyuguhkan video yang sesuai standard. Kedua, aku tuh nggak terlalu lancar berbicara di depan kamera. I’m more like someone-behind-curtain kind of girl. Project dikerjakan bareng, tapi yang berdiri di spotlight malah si dia… Ah, sudah biasa. Terakhir, suaraku cempreng banget!!! :)))) Bikin nggak pede nih. When I sing, I can make my voice sounds prettier. Tapi, kalau berbicara, bagaimana cara mengontrolnya ya :”) Semoga aku segera bisa menemukan konsep video yang nggak terlalu menonjolkan selfie dan suara he he.

Blog Harus Maju ke Jenjang Berikutnya

‘‘Jenjang’’ yang dimaksud ya mulai dari jumlah posting-an, angka DA dan PA, kecepatan blog, sampai lebih banyak tawaran content placement (lagi). Selama ini, kedua blogku hanya dijadikan sebagai wadah menampung unek-unek di kepala sih. Maklum, menulis secara konsisten itu sulitnya luar biasa. Membuat blogging planner? Jelas sudah dilakukan! Eksekusinya itu lho yang nggak gampang. Apa saja yang akan aku hadirkan di blog ratrianugrah.com dan missratri.com? Tunggu ya.

resolusi 2019 happy new year
Foto: Unsplash

Oke. Lima aja ya target hidup tahun depan. I’m going to turn 26 next year dan semoga pada saat itu sudah mengantongi jodoh. Nggak jadi nikah umur 25 nggak papa deh. Mungkin memang belum waktunya. God knows I’m trying, that’s what matters. Apa resolusimu untuk 2019?

Rekomendasi Hotel Murah di Nusa Dua Bali

Monday, September 3, 2018
Mahogany Boutique Hotel Rekomendasi Hotel Nusa Dua Bali
 Foto: Traveloka
‘‘Bulan ini masih bisa cuti?’’ tanya Bapak pagi ini.
‘‘Kenapa?’’
‘‘Yuk, liburan ke Bali,’’ jawabnya.
Entah kenapa akhir-akhir ini si bapak pengen banget liburan ke Bali. Selain mengunjungi rumah baru kakak di Denpasar, sepertinya beliau iri April lalu aku dan ibu liburan berdua ke sana. Nah, rencananya kami ingin explore Nusa Dua dan mencoba hotel-hotel di sana (yap, keluargaku suka sekali pindah-pindah hotel demi mencari tahu mana hotel terbaik).

Setelah mengubek-ubek hotel Traveloka, aku memutuskan ada lima hotel paling recommended yang wajib aku coba tiap liburan ke Nusa Dua, Bali. Harga menginap semalam di hotel-hotel berikut ini nggak lebih dari Rp 500 ribu kok dan pastinya ada kolam renang yang mana jadi fasilitas favorit orangtuaku. Let’s check this out!

Avisara Villa and Guesthouse
Avisara Villa and Guesthouse Hotel Murah Nusa Dua Bali
Foto: Traveloka

Terletak di dekat Puja Mandala dan Veteran’s Monument, guesthouse ini terbilang sangat murah. Harga per malamnya hanya sekitar Rp 350 ribu dan Rp 400 ribu untuk kamar pool view dengan sarapan. Yang aku suka dari Avisara Villa and Guesthouse ini adalah suasananya yang asri menentramkan hati. Kolam renangnya pun cukup luas dan bersih. Most recommended kalau nggak datang saat peak season sih.

Imah Kita Homestay
Imah Kita Homestay Hotel Murah Nusa Dua Bali
Foto: Traveloka

Hampir mirip dengan Avisara Villa. Imah Kita Homestay didesain seperti rumah sendiri. Space taman yang cukup banyak dan luas bikin homestay ini cocok buat menginap dengan keluarga besar. Sebenarnya, harga satu kamar Imah Kita Homestay sekitar Rp 500 ribu-an. Tapi, selalu ada diskon dong di Traveloka sehingga rate per kamar hanya Rp 400 ribu! Oh iya, homestay ini berjarak tiga kilometer dari GWK (Garuda Wisnu Kencana) lho. Siapa yang belum ke sana?

The Lerina Hotel Nusa Dua
The Lerina Hotel Nusa Dua Hotel Murah Nusa Dua Bali
Foto: Traveloka

Mewah! Itu first impression-ku dari hotel ini. But don’t worry, harga per malamnya nggak sampai Rp 500 ribu kok. Yang paling aku suka dari The Lerina Hotel Nusa Dua adalah lokasinya yang berada di Jalan Bypass Ngurah Rai. Gampang dicari, cuy! Dibanding tempat-tempat sebelumnya, kolam renang di sini lebih luas dan sepertinya ada area untuk anak-anak. And I really love its outdoor restaurant. Waktu sarapan, bisa sambil menghirup udara segar. Ah, jadi nggak sabar!

Mahogany Hotel
Mahogany Hotel Bar Cafe and Lounge Hotel Murah Nusa Dua Bali
Foto: Traveloka

Hotel yang satu ini juga nggak jauh dari Bypass Ngurah Rai. Dengan desain interior mewah minimal, rasanya aku nggak bakal bisa berhenti berburu foto Instagram-able deh he he. Kolam renangnya cukup simpel, tapi tetap bikin geregetan pengen nyebur. Kalau menginap di Mahogany Hotel, jangan lupa foto-foto di area rooftop-nya ya. Mirip café hotel hits di Malang itu lho. Cantik banget pemandangannya!

Langon Bali Resort
Langon Bali Resort Hotel Murah Nusa Dua Bali
Foto: Traveloka

Pengen renang sambil lihat pemandangan alam? Coba menginap di sini deh! I really love the pool meski kelihatannya dingin banget dan berharap mereka pakai air panas aja ha ha. Hotel ini paling banyak direkomendasikan gara-gara pemandangannya sih. Suasananya juga cukup sepi sehingga cocok buat yang nggak suka keramaian. Harga kamar per malamnya cuma Rp 470 ribu dan tinggal tambah Rp 100 ribu buat kamar dengan pool view. Favorit deh!

Nah, when the time comes aku bakal booking salah satu hotel di atas lewat Traveloka. Yap, harga hotel-hotel tersebut bisa lebih dari Rp 500 ribu per malam di luar Traveloka. As always, Traveloka gives you the best deal. Mulai dari hostel, guesthouse, hotel, dan bahkan apartemen pun ada di sana!

  

Yang aku suka dari fitur aplikasi Traveloka adalah cheapest dates to stay. Jadi, tanggal yang dilingkari warna hijau adalah harga termurah dari hotel-hotel di Nusa Dua, Bali. Hal ini membantu banget buat menentukan tanggal liburan. And please see the latest picture, superior room di The Lerina Hotel Nusa Dua diskon lebih dari 50 persen! Beda dengan aplikasi booking hotel lain, harga yang tertera di Traveloka sudah termasuk pajak dan bisa bayar tanpa kartu kredit. Itu sih keunggulan yang bikin aku akhirnya selalu booking hotel di Traveloka.

Well, hotel mana nih yang bikin pengen liburan ke Nusa Dua? My mom would go to Langon Bali Resort. Tapi, si bapak lebih suka suasana homey seperti Avisara Villa and Guesthouse. Sedangkan aku lebih suka Mahogany Hotel buat foto-foto he he. Let’s see keinginan siapa yang bakal terwujud nanti ya.

Movie Review: Pacific Rim Uprising Mengecewakan

Friday, March 23, 2018
Foto: WallpaperSite

PACIFIC RIM: UPRISING adalah salah satu film yang paling aku tunggu tahun ini. Sebab, aku merupakan fans film pertamanya, Pacific Rim, yang dirilis lima tahun lalu. It was cool, emotional, and awesome. Pemain utamanya ganteng pula (faktor ini tetap diperhitungkan ya he he). Sayangnya, penantianku seperti nggak terbayar. Sia-sia lah aku menonton di hari pertama penayangan Pacific Rim: Uprising di Indonesia. Why? Keep on reading!


Important Characters
  • Jake Pantecost (John Boyega): Putra Stacker Pantecost, ranger yang mengorbankan dirinya untuk menutup Breach pada film pertama. Hidup dalam bayang-bayang sang ayah yang dianggap pahlawan dunia, Jake justru memilih menjadi pemburu suku cadang jaeger ilegal.
  • Amara Namani (Cailee Spaeny): Seorang anak yatim yang kehilangan keluarganya karena serangan kaiju. Percaya bahwa suatu hari kaiju akan menyerang lagi, dia mengumpulkan rongsokan jaeger untuk membuat jaeger mini baru bernama Scrapper.
  • Liwen Shao (Tian Jing): Pengusaha ambisius di balik Shao Industries. Dia membuat jaeger baru yang dilengkapi drone untuk dikendalikan jarak jauh. Dr Newton Geiszler (Charlie Day) alias Newt, researcher berjasa di film pertama, menjadi penasehatnya.
***********

Setelah ketahuan mencuri suku cadang jaeger dan menjalankannya secara ilegal, Jake dan Amara dibawa ke Pan Pacific Defense Corps (PPDC) di Hong Kong. Jake kembali menjadi ranger (pilot jaeger) sedangkan Amara menjadi kadet (calon pilot jaeger). Di sana, Jake bertemu Nate Lambert (Scott Eastwood), mantan co-pilot-nya sekaligus teman satu tim saat masa training. Meski kurang akur, mereka akhirnya tetap menjalankan jaeger yang sama, Gipsy Avenger.

Pada suatu hari di Sydney, Australia, sebuah jaeger tak bertuan menyerang. Sejak itu keadaan semakin chaos. Drone milik Liwen yang akhirnya disetujui untuk disebar ke seluruh dunia menjadi senjata makan tuan. Yap, drone itu berisi kaiju! Bagaimana bisa kaiju berkembang sebanyak itu padahal Breach (jalur di dasar laut yang menghubungkan dunia manusia dan kaiju) sudah ditutup?

Foto: Comingsoon

Dilihat dari segi cerita, bagiku Pacific Rim: Uprising ini biasa saja. Nggak ada yang spesial. Nggak ada yang membuatku ingin merekomendasikannya. Sutradara Steven S. DeKnight terkesan hanya ingin menyuguhkan pertarungan jaeger dan kaiju. Katanya ‘‘bigger is better’’. Oleh karena itu, kaiju-nya lebih besar dan jaeger yang menyerang lebih banyak.

Ya kali. Aku tuh suka Pacific Rim karena film tersebut nggak sekedar tentang adu jotos melawan monsternya Ultraman. Sutradara Guillermo del Toro banyak menyuguhkan hal-hal emosional. Mulai dari Stacker yang super protektif terhadap Mako Mori (Rinko Kikuchi), Raleigh Becket (Charlie Hunnam) yang ikut merasakan ketakutan kakaknya, Yancy, saat diserang kaiju, sampai hubungan ayah dan anak antara Herc dan Chuck Hansen.

Sungguh disayangkan. Pacific Rim: Uprising sebenarnya bisa membahas lebih dalam kenapa Jake terbebani dengan nama sang ayah. Scene emosional antara dia dan Mako, kakak angkatnya, pun terasa ala kadarnya. Yap, Mako hadir lagi di film ini dengan jabatan cukup tinggi di PPDC. Apparently, dia hanya berfungsi sebagai pengirim clue lokasi jaeger tak bertuan. Sedih.

Benar-benar nggak ada pesan moralnya nih? Ada. Pacific Rim: Uprising lebih menekankan pada ‘‘berbeda itu nggak masalah’’. Buktinya, pemilihan John Boyega sebagai tokoh utama menunjukkan kalau film ini ingin seperti Black Panther, dipuja karena menampilkan aksi heroik karakter kulit hitam. Selain itu, Amara juga diceritakan berbeda dari kadet lain karena dia ‘‘dipungut’’ dari tempat kumuh. It’s good tho. Tapi kok pesannya nggak sampai ke hati ya?

Ternyata bukan hanya aku yang kecewa dengan film berdurasi 100 menit ini.
Perlu digaris bawahi: ‘‘lacked of heart”. Aku bahkan menonton ulang Pacific Rim sebelum menulis review ini hanya untuk memastikan.

Well, aku nggak mau mengomentari CGI-nya sih. Selama itu nggak terlalu kentara dan mengganggu my experience in watching the movie, bagiku masih bisa ditoleransi (dasarnya memang nggak terlalu paham dan memperhatikan he he). And yes, no more sequels please!!!

Hal lain yang membuatku cukup kecewa dengan Pacific Rim: Uprising adalah absennya my beloved Raleigh. Aku paham kok kalau film kedua ini sudah beda generasi. Tapi, bisakah dia muncul meski hanya menjadi Marshall seperti Stacker? Kok malah semua serba orang Asia ya? "Ah, mungkin DeKnight benar-benar ingin menonjolkan diversity," pikirku. But still...


Aku cukup excited saat melihat karakter Newt dan partner research-nya, Herman Gottlieb (Burn Gorman), ada lagi. Aku sangat mengharapkan aksi eksentrik dan love-hate relationship di antara mereka yang entertaining itu. Eh, kok malah kerja sendiri-sendiri. Kecewa lagi deh. Bahkan, mereka nggak lucu lagi! Can we just forget this movie and ask del Toro to do it?

Anehnya lagi, John Boyega kan sudah punya nama besar since he is well-known for playing Finn di film Star Wars. Lalu, kenapa harus ada Scott Eastwood yang karakternya sangat kurang greget sehingga terkesan hanya untuk ‘‘sokongan’’ nama dan penampilan? Sebagai co-pilot sekaligus ranger yang melatih tim kadet yang sama, hubungannya dengan Jake sebenarnya bisa dikemas lebih emosional. ...or at least bikin penonton rooting for their bromance. Lha ini, nggak sama sekali. Dear, Steven S. DeKnight, apakah anda kurang yakin Boyega bisa mengangkat Pacific Rim: Uprising?

Ah, kenapa tulisan ini jadi panjang ya ha ha. Pokoknya, bagi yang menanti film ini karena suka dengan Pacific Rim (2013), siap-siap dikecewakan. Silahkan menonton, tapi sebaiknya menunggu Ready Player One yang akan rilis di Indonesia minggu depan (28 Maret 2018). Buat yang penasaran dan mungkin penikmat film Transformer, film ini bakal menghibur kok. Tapi ingat, jangan berekspektasi terlalu tinggi!