[Week #3] My Friends Love Eating with Me!

Sunday, January 15, 2017


Pada dasarnya, aku tidak bisa makan tanpa nasi. Bisa sih, tapi tidak dihitung "makan". Beberapa jam kemudian pasti harus makan lagi sampai bertemu nasi. Yap, bagiku nasi ini semacam pengganjal perut. Kata teman-teman sih aku ini Indonesia banget karena rasanya belum afdol kalau belum makan nasi. True! I'm a nationalist in my own way he he. Sepertinya ini menurun dari ayah yang memang doyan makan. Tapi, kalau diingat-ingat lagi, tubuhku semakin rewel sejak aku menderita magh saat SMA. Ah, I used to have brunch, mixing breakfast and lunch. Untungnya, aku tidak bisa gemuk! Jadi, aku tidak perlu khawatir makan banyak.

Lucunya (so they said), aku selalu menyisakan lauk di piringku. Iya, nasinya jelas habis. Pembelaanku? "Aku kan makan nasi, bukan makan (lauk)." I just realized how weird that sounds. Tapi, ya bagaimana lagi. Biasanya aku makan dengan teman-teman karena memang jam makan. Perut keroncongan. Jadi, aku makan not for pleasure, cuma mengganjal perut. Kalau nasinya sudah habis, berarti perut sudah kenyang, dan mostly I have no room or appetite for the others. Nah, di situlah teman-temanku bahagia. Kebetulan mereka semua doyan makan. An extra chicken or an extra egg won't hurt. I don't mind. Paling tidak aku pernah membahagiakan mereka LOL.

Apa aku pernah melahap habis laukku? Tentu saja! Kalau sedang bertamu ke rumah orang, aku pasti menghabiskan apapun di atas piringku. Kalau tidak, namanya tidak sopan. Tapi, jangan lakukan ini di India. Menurut dosenku, piring bersih menandakan minta lagi. Padahal, makanan-makanan di India kan bikin kenyang dan eneg. Oh no. Aku juga akan menghabiskan lauk when it comes to my favorite food. Ayam lalapan or simply telur ceplok + sambal buatan mama. Ini pun biasanya aku makan saat sedang santai. Jadi, I have time to enjoy every bites. Makan aja kok ribet ya? Tidak juga kok. It comes naturally for me.

By the way, aku mulai membiasakan si perut dengan lontong. Dulu aku tidak suka lontong karena teksturnya. Ternyata, daya penahan lontong lumayan lama. Tapi, aku baru bisa makan lontong dengan bakso, my another favorite food yang pasti tidak akan aku bagi dengan siapapun.


Untuk snacks, aku paling suka cheesecake. Tidak perlu semahal Pablo, cheesecake buatan BreadTalk saja sudah enak kok. Selain karena memang suka keju, cheesecake itu sangat awet. Makan 3-4 sendok kecil saja sudah kenyang, disimpan dalam kulkas, dimakan lagi kalau pengen. Selain keju, aku juga suka anything vanilla dan white chocolate. White ya, bukan cokelat. So, what's your favorite food? Buat yang punya resep cheesecake, boleh share ke aku ya. Dan FYI..... Minggu depan akan ada GIVEAWAY dalam rangkaian Weekly Blog Challenge ini.

5 Soundtrack Drama Korea Goblin Terbaik


Sejak awal aku memang tidak pernah menolak lagu-lagu Korea. Yang jelas, aliranku bukanlah k-pop. Tapi, tidak bisa dipungkiri kalau kadang aku menikmati soundtrack drama Korea, termasuk soundtrack Goblin kali ini. Mungkin karena tidak dinyanyikan oleh boyband dan girlband, otakku pun tidak membayangkan sekelompok orang menari-nari di atas panggung (sorry, k-popers). Harus aku akui kalau soundtrack drama Korea bagus-bagus, bisa membuat penonton semakin baper. Saat ini, aku sering sekali mendengarkan soundtrack Goblin. Inilah 5 lagu terbaik:

#5 Winter is Coming - Han Soo-ji
It's hard for me to find Han Soo-ji on internet. Ada sih, tapi tidak yakin apa benar itu penyanyi lagu ini. Bagiku, Winter is Coming mirip sekali dengan lagu-lagu Perancis yang biasa aku dengarkan. Mungkin karena itu aku tidak bosan mendengarkannya. Sampai sekarang pun aku kesulitan mencari liriknya. Sekilas seperti bahasa Perancis ya :)) Tolong sekali yang tahu, let me know soon. Semoga ini bukan lagu pemujaan umat Kristen ya. Aku muslim nih he he.

#4 Who are You - Sam Kim
Meski cover art-nya Goblin dan Eun-tak, bagiku lagu ini lebih pas menggambarkan hubungan Grim Reaper/Wang Yeo dan Sunny/Kim Sun. Seriously, hubungan mereka lebih heartbreaking. Mungkin karena sejak awal aku hanya tertarik ke Gong Yoo dan merasa dia dan Kim Go-eun kurang cocok. And apparently I'm not the only one. Beberapa teman juga berpendapat sama. Bahkan, mereka bilang, "Nggak usah Eun-tak ya nggak papa." Well, I'm wishing the best for Grim Reaper.

#3 I Miss You - SOYOU

And I miss u miss u
나의 운명인 사람

Masih sama seperti lagu sebelumnya, I Miss You lebih menggambarkan kisah cinta Grim Reaper dan Sunny. Dengan alunan musik akustik, galaunya semakin terasa. Ini sih lagu cewek banget karena ditulis dari sudut pandang Sunny. By the way, aku baru tahu kalau SOYOU adalah anggota girlband Sistar yang dikenal super seksi itu. Suaranya pas banget, serak-serak bikin orang kasihan.

#2 Beautiful - Crush
Ah, lagu ini manis sekali. "Beautiful, my heart. Beautiful your heart. It's beautiful life." Setiap mendengarkannya, aku merasa senang dan somehow tentram. Meski alunan musiknya sama sekali tidak ceria, Beautiful masih dikategorikan happy song kok. Tidak perlu takut terbawa galau. Pada dasarnya, ini adalah soundtrack lagu saat Goblin jatuh cinta kepada Eun-tak. Karena setting-nya sama sekali bukan drama penuh keceriaan, aku pun sangat bersyukur ada lagu enak seperti ini he he.

#1 Stay With Me - Chanyeol
Ini lagu terbaik! Jelas. Khas Goblin sekali. Dengar intronya saja, para pecinta drama pasti langsung ngeh ini soundtrack utama Goblin. Tapi, disamping itu, aku memang suka lagu-lagu rap seperti ini sih. Kalau lagu dengan verse biasa sudah mainstream, lagu rap kadang susah dimengerti, nah, gabungan keduanya is perfection. Ini tidak berlaku bagi lagu Korea saja kok. Dan aku pun bingung sebenarnya ini Chanyeol dan Punch siapa. Jelas-jelas ada suara penyanyi perempuan, tapi menurut Google kedua nama itu cowok! Sepertinya si penyanyi perempuan adalah spesialis soundtrack drama. Sedikit spoiler, lagu ini semakin terasa sedih bagi kalian yang sudah menonton Goblin episode 13. Stay with Me memang lagu yang sangat heartbreaking in a different way.

Review: Weightlifting Fairy Kim Bok Joo - Drama Korea

Thursday, January 12, 2017



Weightlifting Fairy Kim Bok Joo harus berakhir tanpa mencicipi rating 10 persen. Sepanjang penayangannya, drama yang dibintangi Lee Sung-kyung dan Nam Joo-hyuk ini hanya meraih 5,4 persen sebagai rating tertinggi. Padahal, dibandingkan "toko sebelah" (Legend of the Blue Sea), Weightlifting Fairy menawarkan cerita yang lebih menyenangkan. Tapi, berdasarkan grafik rating (di bawah pos), Weightlifting Fairy sepertinya punya fans yang cukup loyal. Ah, paling tidak drama Korea ini bersih dari penonton yang cuma ikut-ikutan. [Baca: First Impression Weightlifting Fairy]

"Haters (Lee) Min-ho lu!" No way 😂 Aku pun doyan cowok semampai bak pangeran seperti dia kok. Masalahnya, aku bosan karena dia mengambil peran yang itu-itu aja. Main aman. Tapi, let's talk more about it setelah episode terakhir Legend of the Blue Sea ya. Kurang empat episode lagi nih. Semangat (menyemangati diri sendiri)!

Kim Bok-joo (Sung-kyung) adalah seorang atlet angkat besi cewek. Pemilihan karakter utama inilah yang membuat drama ini punya nilai plus di mataku. Dia tidak kaya, tapi tidak kekurangan uang. Dia tidak cantik, tapi wajahnya enak dipandang. Pas. Begitu juga dengan Jung Joon-hyung (Joo-hyuk) sang atlet renang. Meski diceritakan super ganteng (not for me 'cause he's too beautiful), keluarganya tidak sempurna. Dia pun bukan seorang chaebol. Lagi-lagi karakter yang biasa saja. Tapi, justru itu bagusnya. Weightlifting Fairy seolah tidak mau penontonnya terlalu berandai-andai. Bukannya fokus mencari pria setampan Joon-hyung, tapi penonton diajak fokus mencari hubungan yang semanis dia dan Bok-joo (ups, I hope this isn't spoiler). Bagiku sih itu goal yang beda dan lebih mulia.


Mungkin ini berlebihan atau mungkin karena aku tidak ingat, tapi sepertinya Weightlifting Fairy adalah drama Korea pertama yang membuatku lebih memperhatikan pentingnya karakter-karakter lain. Misalnya, karakter Jung Nan-hee (Cho Hye-jung) yang super centil. Sekilas dia seperti karakter hura-hura, tidak penting untuk keseluruhan cerita. Padahal, dialah kunci first impression Dokter Jung Jae-yi (Lee Jae-yoon) terhadap Bok-joo yang saat itu diam-diam menyukainya. Nan-hee juga membuat persahabatannya dengan Bok-joo dan Lee Sun-ok (Lee Joo-young) semakin erat. Bukankah kita semua punya at least satu teman seperti Nan-hee? We might find her annoying, but she's like a glue that can make a friendship stronger.

What about romance?
Hmmm... Ini sih selera ya. Karena aku kurang suka kisah cinta penuh drama dan tangisan bombay alias lebay, Weightlifting Fairy menyuguhkan kisah cinta terbaik. Manis malah karena mereka ternyata teman SD! Saat pacaran pun seperti anak sekolah yang seharusnya. Tidak mesum, tidak agresif, pokoknya tidak sok dewasa seperti yang terjadi pada generasi muda Indonesia. Tapi, setelah dipikir-pikir, aku pun bingung sebenarnya sekolah atlet ini setara SMA atau kuliah ya?

Overall, aku sangat menyarankan kalian menonton Weightlifting Fairy Kim Bok Joo. Sebab, banyak hal yang bisa kita pelajari dari drama Korea ini. Mulai dari pertemanan, percintaan, keluarga, sampai usaha kita meraih cita-cita. Drama ini sangat pas ditonton saat bersantai. It's super light and it'll give you warm. Selamat menonton!

*****
Judul: Weightlifting Fairy Kim Bok Joo (역도요정 김복주) | Sutradara: Oh Hyun-jong | Penulis: Yang Hee-seung | Pemain: Lee Sung-kyung, Nam Joo-hyuk, Kyung Soo-jin, Lee Jae-yoon | Tanggal tayang: 16 November 2016-11 Januari 2017 | Jumlah episode: 16 | Durasi: 60 menit | Stasiun TV: MBC | Produksi: Chorokbaem Media | Distributor: MBC | My Rating: ❤❤❤❤

Most Anticipated Movie in 2017

Wednesday, January 11, 2017


Setiap awal tahun, aku selalu membuat daftar film yang wajib ditonton. Mulai dari film-film blockbuster sampai film-film yang jauh dari pemberitaan media Indonesia. Jadi, kegiatanku di awal tahun biasanya buka-tutup artikel di Google, mencari tahu film-film rekomendasi. Daftar nominee festival film luar negeri pun tidak luput dari pengamatanku. Sayangnya, setiap tahun rasanya semakin sedikit pula waktu yang aku punya untuk menonton film. Alhasil, masih banyak film dalam folder "belum ditonton" dan "belum direview". Ah, jadi rindu masa-masa SMA. Well, without further ado, here are 8 most anticipated movies in 2017.

[Week #2] I Found Myself and Somehow That was Everything

Sunday, January 8, 2017


Life hasn't been easy for me for sure. Tapi, dari situlah aku belajar banyak hal, termasuk belajar menghargai dan mencintai diriku sendiri. Bukan hal yang mudah, apalagi bagi orang yang (dulu) terlalu memikirkan apa kata orang lain seperti diriku. Society is cruel, people!!

Di usia 23 tahun, 6 bulan, dan 8 hari ini, I thank myself for being independent. Aku tidak lagi harus diikuti orang tua kemana-mana (considering myself as the only child). Aku tidak lagi harus bersama teman saat ke kampus. Aku tidak lagi menggebu diam-diam dalam hati ingin segera punya the-so-called calon suami. Aku tidak lagi merasa iri saat aku menjadi satu-satunya orang yang tidak diberi.

Sayangnya, beberapa orang menganggap perspektif itu sekedar pembenaran. Sebenarnya aku memang tidak punya teman. Sebenarnya aku memang tidak asyik. Sebenarnya aku memang menyebalkan. Whoops! Mungkin mereka benar. Tapi, bukankah dunia ini tidak sesempit telapak tangan mereka? There are too many definitions of fun. There are too many ways to be happy. Hanya karena aku tergabung dalam sebuah society, bukan berarti kita harus sehati. What's the fun then?

Popular Posts

Ratri Anugrah © . QUINN CREATIVES .