REMINDER: Cokelat Berbahaya Bagi Anjing dan Kucing !!

Picture by E! Online | Edited by me

Selamat ulang tahun, Prince George! Pada 22 Juli lalu, putra pertama Prince William, Duke of Cambridge, dan Catherine, Duchess of Cambridge ini berulang tahun yang ke-3. Sayangnya, foto yang dirilis untuk merayakan ulang tahunnya justru menuai kontroversi. Hayo, apa yang salah dari foto si pangeran imut itu? Yap, the ice cream he's handing to the dog!! Kalau yang nggak concern (banget) sama binatang, mungkin menganggapnya lucu-lucu aja. Justru, Prince George of Cambridge itu dipuji karena mau berbagi makanan kesukannya dengan sang anjing. Tapi, aktivis pecinta hewan nggak berpikir seperti itu.

It is lovely that Prince George is trying to help keep his family dog, Lupo, cool in these high temperatures. We would advise people to be cautious when giving their dogs food meant for human consumption as some items, like chocolate, can be highly toxic to dogs." - RSPCA

Cokelat memang dikenal berbahaya bagi binatang, khususnya anjing dan kucing. Kok bisa sih?

Must Have Items in Your Capsule Wardrobe


Pernah nggak sih merasa bingung mau pakai baju apa meskipun masih banyak baju di dalam lemari? Iya, hal itu sering aku rasakan. Sampai-sampai Ama selalu mengomel tiap mendengarku bilang, "Duh, pakai baju apa lagi ya?" Nah, untuk mengatasi hal seperti itu, orang-orang mulai beralih ke capsule wardrobe.

Apa itu capsule wardrobe?

Istilah ini diciptakan Susie Faux, pemilik butik Wardrobe di London, pada 1970. Capsule wardrobe dia tujukan untuk essential fashion items yang nggak bakal out of style. Misalnya, jeans, rok, dan coats. Lalu, pada 1985, istilah itu dipopulerkan oleh desainer Amerika, Donna Karan, sambil merilis koleksi baju kerjanya. Baca sejarah lengkap, kelebihan, dan tips memulainya di Zetizen.

Capsule wardrobe ini mulai banyak diterapkan para fashion blogger internasional. Selain menyingkat waktu buat memikirkan apa yang harus dipakai, capsule wardrobe juga menantang kita untuk mix and match baju dengan pilihan terbatas. Biasanya sih isi lemari dibatasi sampai 33 pieces aja (sudah termasuk atasan, bawahan, outerwear, sepatu, dan tas). Mau sampai kapan koleksinya diganti? Karena di luar negeri ada empat musim, jadi mereka mengganti isi capsule wardrobe-nya tiga bulan sekali. It saves more money loh. Kan meski kita jalan-jalan di mal, kita bakal berpikir dua kali. Cocok nggak ya sama tema capsule wardrobe kali ini? Atau mending nunggu season berikutnya? Kalau dibeli, bisa di-mix and match jadi berapa look? Kayaknya sih ribet, tapi waktu belanja aja kok. Capsule wardrobe juga menghemat tempat. Lihat aja capsule wardrobe di gambar atas. Cuma segitu bisa buat sebulan loh!

Nah, karena di Indonesia cuma ada dua musim, pemilihan fashion items-nya nggak terlalu ribet. Bahkan, banyak baju yang bisa dipakai buat segala cuaca. Well, inilah fashion items yang menurutku wajib ada dalam capsule wardrobe orang Indonesia.

Movie Review: Me Before You


Film Me Before You ini masuk dalam daftar wajib ditonton milikku. Sebab, aku selalu menonton film-film adaptasi novel populer. Jelas saja novel Jojo Moyes yang diadaptasi kali nggak bisa dilewatkan karena sering lalu-lalang di blog-blog buku internasional. Tapi, aku nggak berekspektasi tinggi. Aku cuma berharap film ini cukup menghibur selama liburan. Awalnya, aku yakin aku nggak bakal punya komentar apapun tentang akting para pemainnya. The lovely Sam Claflin kan aktingnya selalu oke sebagai cowok charming di franchise Hunger Games dan Love, Rosie (2014). Sedangkan Emilia Clarke tampil bagus sebagai Khaleesi dalam serial TV Game of Thrones. So, what's not to like?

Me Before You bercerita tentang Louisa Clark (Emilia Clarke) atau yang sering dipanggil Lou. Penonton pertama kali disuguhi kisah Lou saat dia dipecat sebagai pelayan sebuah restauran. Hidup dalam rumah dengan lima anggota keluarga membuat Lou harus punya pekerjaan. Apalagi, saat itu sang ayah nggak punya pekerjaan juga. Lou dan sang kakak, Katrina (Jenna Coleman), pun menjadi tulang punggung keluarga. Tapi, suatu hari Lou berhasil mendapat pekerjaan di sebuah kastil milik keluarga Traynor. Dia bertugas mengasuh putra satu-satunya keluarga itu, William "Will" Traynor (Sam Claflin). Iya, dari situ memang sudah bisa ditebak kalau kisah ini bakal tentang cinta lokasi. But there is more...

STOP IT CALVIN!


Sebelumnya, aku mau minta maaf dulu karena menulis post yang lebih mengarah ke gosip instead of music as I label this. Tapi, setelah tweet Calvin Harris pagi tadi, aku pengin mengutarakan pendapatku. Baik itu tentang hubungan mereka dulu, hubungan mereka setelah putus, sampai hubungan Taylor Swift dengan pacar barunya, Tom Hiddleston. Perlu diingat, aku sama sekali nggak memihak siapapun. As I state on my about page, aku suka Taylor bukan karena kehidupan pribadinya. I'll say she's wrong when she is. Aku pun sama sekali nggak punya hatred toward the DJ. So, let's get this straight.

Pacaran selama 15 bulan itu menurutku sudah record bagi Taylor. Kalau dia selalu bisa pacaran selama itu, mungkin lagu Blank Space (dengarkan di Spotify) nggak bakal tercipta. Oleh karena itu, aku suka banget Taylor dan Calvin alias Tayvin. Apalagi, setelah pacaran dengan Harry Styles, dia akhirnya jatuh cinta dengan seseorang yang lebih tua! Yap, sue me, I don't fancy "brondong"-relationship. Dilihat dari foto-foto mereka di internet sih Calvin terlihat dewasa banget. Dia tipe orang yang nggak banyak bicara. Seolah-olah dia pinter ngemong Taylor yang probably suka bertingkah childish kalau di rumah. I respect him. I adore him as a man. Aku semakin suka dengan dia setelah membaca his break up tweet.

First Impression: Uncontrollably Fond vs Doctors - Drama Korea


Annyeong haseyo! Akhirnya, setelah pulang mudik aku bisa catch up sama drama korea. It broke my heart waktu tahu Uncontrollably Fond sudah tayang dan aku nggak bisa streaming karena miskin koneksi internet selama di kampung halaman. I found out later kalau drama itu juga ditayangkan di KBS World dan aku terlewat episode pertama. Well, in case you're not aware, aku biasanya mem-posting review film dan serial TV di sebuah blog bernama think-movie. Tapi, managing more than two blogs is exhausting. Oleh karena itu, aku menjadikan satu di blog ini. I'll write a first impression post setelah menonton dua episode pertama (atau lebih, yang jelas belum tamat). Setelah itu, aku akan menulis review lengkap setelah semua episode ditayangkan. Yap, first impression post cuma berlaku buat serial TV ya ;) So, let's go!