Just Between Lovers Korean Drama
Foto: AsianWiki

Drama Korea Just Between Lovers menyuguhkan cerita yang realistis (selain Because This is My First Life yang berhasil mencuri hatiku #tsah). Uniknya lagi, drama yang dibintangi para pendatang baru ini tidak mengikuti konsep Cinderella. Tidak ada tuh cerita cewek atau cowok miskin yang sangat malang dan jatuh cinta dengan orang kaya. Inilah 5 hal menarik dari Just Between Lovers.

Status Ekonomi yang Seimbang

Biasanya, drama Korea menampilkan sosok pemeran utama lemah tak berdaya yang akhirnya jatuh cinta dengan seseorang kaya raya. Bagiku, karakterisasi seperti itu sudah so yesterday. Berbeda dengan Just Between Lovers. Lee Gang-doo (Lee Joon-ho) dan Ha Moon-soo (Won Jin-a) digambarkan sebagai golongan ekonomi menengah. Ayah Gang-doo bekerja di kontraktor bangunan (dengan jabatan jelas). Sedangkan ayah Moon-soo adalah supir yang selalu jauh dari rumah. Adiknya adalah bintang cilik dan ibunya membuka usaha salon plus pemandian air panas di rumah.




Status ekonomi itulah yang membuat drama ini terkesan lebih realistis. Coba bayangkan, ada berapa orang sekaya Kim Tan (Lee Min-ho) dan Choi Young-do (Kim Woo-bin) yang memperebutkan orang seperti Cha Eun-sang (Park Shin-hye) di kehidupan nyata? Meski tidak menutup kemungkinan, biasanya kita cenderung bergaul dan bertemu orang-orang satu kelas. Terlalu sering berkhayal itu tidak baik, guys.

Saat sudah dewasa pun status ekonomi mereka tidak banyak berubah. Moon-soo bekerja di kantor arsitektur milik Seo Joo-won (Lee Ki-woo) yang lama-lama menyukainya. Pemandian air panas dan salon ibunya masih buka, tapi sepi. Sang ayah tinggal terpisah dan membuka restauran mie kecil tidak jauh dari rumah. Sedangkan Gang-doo bekerja serabutan, tapi cukup untuk menghidupi dirinya dengan layak, membayar hutang orang tuanya, dan uang saku adiknya yang seorang dokter.

Just Between Lovers Korean Drama - 2PM Junho Lee Ki-woo
Foto: Soompi

Mengusung Dunia Arsitektur

Di awal episode, penonton disuguhi kejadian runtuhnya S Mall dari kaca mata Moon-soo kecil. Saat itu, dia diutus sang ibu untuk mengantar adiknya syuting. Namanya masih remaja, dia kabur sebentar untuk menemui gebetannya. Nah, saat itulah S Mall runtuh dan merenggut nyawa sang adik. Di sisi lain, Gang-doo remaja menunggu ayahnya yang terlibat dalam pembangunan S Mall selesai bekerja. Saat menunggu itulah dia melihat Moon-soo. Semacam takdir yang agak tragis ya?

Runtuhnya S Mall menjadi core cerita Just Between Lovers. Bagaimana nasib keluarga korban. Bagaimana perasaan traumatis mereka yang selamat. Bahkan bagaimana anak sang penanggungjawab berusaha tidak mengulang kesalahan yang sama. Iya, kesannya mbulet karena semua karakter tampak saling berhubungan. But trust me, drama ini sama sekali tidak membosankan.





To be honest, ini pertama kalinya aku menonton drama Korea tentang arsitektur. Yah, biasanya ada kejadian bangunan runtuh and that's it. Kalau di sini, kita benar-benar diajak mengulik dari penyebabnya, apa yang harus dilakukan agar tidak terjadi lagi, sampai sisi bisnis dari proyek pembangunan.

The Struggle is REAL!

Just Between Lovers Korea Drama Lee Joon-Ho 2PM
Foto: DramaPanda

Baru kali ini aku merasa benar-benar kasihan terhadap suatu karakter. Mungkin karena ini menimpa lead male ya, bukan karakter-karakter macam Park Shin-hye #nyinyirmodeON. Dan masalah-masalah itu dimunculkan dengan pas, tanpa "drama" (meskipun ini juga drama ya :"")) ). Mulai dari kerja serabutan dan dealing with preman, trauma tempat tertutup dan gelap karena sempat terjebak di reruntuhan S Mall, sampai penyakit mematikan yang diderita.

Iya, awalnya aku merasa masalah yang terakhir ini cliche. Tapi, thankfully, penulis Yoo Bo-ra tidak menjadikannya just-like-another-story-tentang-pemeran-utama-yang-terserang-penyakit-kronis. Percayalah, inti ceritanya bukan di situ. Pay attention to the others karena drama ini sebenarnya kompleks dengan tampilan sederhana nan manis.

Cowok Butuh Dukungan Cewek

Nggak bermaksud membanding-bandingkan. Tapi, kebanyakan drama Korea memposisikan karakter cewek sebagai tokoh yang lemah, menunggu diselamatkan seorang pangeran nan tajir melintir. Nah, Just Between Lovers malah kebalikannya. Bukan kebalikan juga sih karena taraf ekonomi mereka tidak jauh berbeda. Sejak awal, penonton dibuat kasihan dengan nasib Gang Doo (as stated on my previous point). Orang-orang yang akan menolongnya justru cewek-cewek!





Sebut saja Grandma penjual obat-obatan, Ma-ri si pemilik klub malam, Jung Yoo-jin (Kang Han-na), Lee Jae-young (Kim Hye-jun) sang adik, dan of course Moon-soo. Gara-gara drama ini, aku semakin yakin kalau cowok (in general) tidak akan bisa hidup tanpa dukungan cewek. Eits, bukan berarti Gang Doo adalah cowok lemah ya. Dia justru digambarkan sebagai seorang gentleman. Meski miskin, dia punya pride yang tidak kebablasan.

Yoon Se-ah Just Between Lovers Korean Drama

Na Moon-hee Just Between Lovers Korean Drama

Bikin Kita Lebih Bersyukur

Kalau biasanya drama Korea membuat kita "berkhayal", Just Between Lovers malah menarik kita ke realita. Apakah hidup kita sesulit Gang Doo? Apakah kita punya kisah traumatis seperti dia dan Moon-soo? Apakah kita pernah disalahkan akan sesuatu yang di luar kendala kita? Lalu, apakah karena masalah-masalah itu lantas kita terpuruk dan ingin mengakhiri hidup?

Aku percaya kalau Tuhan tidak akan memberi cobaan yang di luar kemampuan hamba-Nya. Dan aku percaya kalau kebaikan akan dibalas kebaikan juga. Hal itu persis seperti apa yang ingin disampaikan drama ini. Gang-doo bukanlah siapa-siapa. Uang aja tidak punya. Tapi kebaikannya membuat orang lain rela berkorban untuk dia. Carilah suami seperti Gang-doo. Jangan cari seperti Dilan. Hidup itu berat. Tidak cukup dibayar gombalan.

P.S. Entah kenapa oppa ini ada lagi setelah aku lihat dia di Because This is My First Life. The thing is, kesannya seperti diada-adakan :)) Jadi annoying juga lama-lama.
Kim Min-gyu Just Between Lovers Korean Drama
Foto: AHJUMMAMSHIES