Book Review: Resign by Almira Bastari (Metropop)

Wednesday, February 21, 2018

RESIGN
Penulis: Almira Bastari | Editor: Claudia Von Nasution
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: 29 Januari 2018| Tebal: 288 halaman
Harga: Rp 44.250 (Google Play Book) | Rating: 3,5/5 stars

OH MY GOD! Buku ini benar-benar bikin baper dan membuatku tidak rela bangun padahal ada janji jam 09.00. Yap, pagi itu aku membaca tweet @fiksimetropop tentang Resign yang katanya banyak diborong. Jelas aja, Google Play Book sedang mengadakan diskon buku 90% spesial imlek (berlaku sampai 22 Februari lho! Yuk, buruan!). Penasaran dengan koleksi buku di sana dan sudah lama pengin membaca Resign, aku pun ikut mencoba beli. Lha kok harga Rp 44.250 setelah diskon jadi cuma Rp 4.425! Dibayar pakai memotong pulsa pula. Praktis!

Jam menunjukkan pukul 06.30. Daripada scrolling timeline yang entah kenapa sedang tidak ada topik menarik, aku memutuskan membaca Resign. Hitung-hitung mencoba baca e-book dari aplikasi Play Books (so far belum menemukan aplikasi sekece iBook he he, any idea?). Eh, tidak terasa, aku sudah membaca lebih dari separuh halaman! Gercep banget. Tumben lho. Posisiku pun masih gulung-gulung di atas kasur, ketawa-ketiwi menyimak tingkah para cungpret bergosip tentang Si Bos Tigran. "Kok tumben suka baca buku beginian, Rat?" Well, I don't know. I love fantasy and crime for sure. Tapi tidak bisa kupungkiri kalau otakku kadang butuh light reading seperti ini.


Resign universe ini banyak mengambil setting di kantor konsultan di Jakarta. Ada empat orang karyawan yang menyebut diri mereka The Cungpret. Mereka adalah Carlo, Mbak Karen, Mas Andre, dan Alranita alisa Rara. Selain kerja sampai lembur, sebenarnya kerjaan mereka paling banyak bergosip tentang si bos, Tigran. Dalam bayanganku sih dia seperti Mr. Grey di Fifty Shades of Grey. Ganteng, stylish, sikapnya dingin, dan memang tajir melintir. Ah, sungguh, Resign ini mirip drama Korea yang membuat pembacanya hanya bisa berharap dalam mimpi.
"Mungkin kita harus nyariin Tigran cewek. Biar dia beristri lalu punya anak, terus dia jadi punya sedikit rasa perikemanusiaan dan perikeadilan." (halaman 192)
Sayang, tidak cuma dingin, Tigran ini super duper menyebalkan. Sebagai bos, dia sering terkesan semena-mena dan bikin karyawannya banyak lembur. And of course yang diceritakan banyak sial sih si Alranita. Buku ini pun dibuka dengan adegan KZL Rara yang dibuat bingung Tigran. Serius deh, adegan itu dikemas lucu banget. Bikin aku ikut geregetan dengan sosok Tigran.

Kejadian-kejadian serupa terus terjadi. Yah, mirip hubungan Miiko dan Tapei gitu deh. Tigran perhatian tapi salah kaprah, Rara sering dibikin sebal tapi tidak peka. Sederhana, yes I know. Tapi penulis Almira Bastari sama sekali tidak memberiku kesempatan untuk merasa bosan. "Bikin ulah apa lagi nih, Tigran." "Duh, Alranita ini apes banget." Kata-kata seperti itulah yang selalu ada di pikiranku selama membaca Resign. Terus, kenapa diberi judul Resign?
Setelah Mbak Karen dan Rara presentasi.
  • Karen: "Lo tahu nggak sih, tiap kali Tigran nyebut 'saya tanya sekali lagi', rasanya gue pengin jambak dia!"
  • Rara: "Gue mau nangis."
  • Karen: "Lo itu sekarang kayak zombi! Resign deh! Perempuan seumur lo itu harusnya cantik, haha-hihi, bergaul di mal. Bukannya rambut digulung dan muka pucat kecapekan nggak jelas gini."
  • Rara: "Gue merasa idiot tiap kali dia ngomong gitu. Gue lama-lama tertekan, terus jadi berasa kok kayaknya gue nggak ada bagusnya jadi analis. Intonasi dia itu lho... ngeremehin banget! Kepercayaan gue sudah drop ke level basemen."
Pintu ruangan terbuka, Tigran kembali ke ruang rapat.
  • Tigran: "Handphone gue ketinggalan nggak?"
  • ....
  • Tigran: "Gue pikir mati, gelap gitu, tapi ternyata terekam video. Kepencet kali ya pas duduk tadi?" *Sambil berjalan keluar*

SIAPA YANG TIDAK PENGIN RESIGN KALAU KEPERGOK NGOMONGIN BOS?

Duh, tingkah The Cungpret memang selalu bikin gedek kepala. Jadi, empat orang dengan karakter yang berbeda-beda itu taruhan siapa yang akan resign lebih dulu. Apakah Mas Andre, satu-satunya orang yang disegani Tigran, yang ingin pekerjaan santai demi fokus mengurus anak? Apakah Mbak Karen yang paling tua dan sering merasa kurang dihargai? Apakah Carlo yang sebenarnya anggota tim Bu Sinta tapi kadang dibutuhkan tim Tigran? Atau apakah Alranita yang sering dijadikan sasaran perintah si bos dan sesi interview-nya dengan perusahaan lain selalu ketahuan? The result is pretty UNEXPECTED!! Sudah, beli aja mumpung diskon 90%.

Satu hal yang aku sayangkan adalah absennya karakter kuat dalam buku ini. Misalnya, Sigi di Sophismata yang sama-sama struggling bekerja tapi cukup menonjol sisi feminismenya. Semua karakter dalam buku ini rasanya seperti dikenalkan seperlunya, B aja. Bisa dimaklumi sih karena ini bacaan ringan dan tidak tebal. But still, I want to know Alranita di mata keluarganya. Jadi analis ternyata tidak gampang lho! Aku pengin tahu lebih banyak tentang kehidupan The Cungpret lain di luar kantor. Bahkan aku pengin tahu tuh Tigran kenapa putus sama mantannya #kecewa.

But overall ini bacaan yang sangat sangat menyenangkan. Aku merekomendasikan beli versi e-book sih karena selain lebih murah, bacaan seperti ini cocok buat menghabiskan waktu di jalan saat macet, komuter, atau mungkin menunggu kedatangan sang dosen pembimbing huehe.

No comments:

Post a Comment

Thanks for reading! Jangan lupa tinggalkan jejak di sini. If you own a blog, don't forget to link it. I will visit you later. x