Current Obsession: Alessia Cara

Saturday, July 2, 2016
Picture by WeHeartIt

I'm sure you know her. Just in case you don't, dia adalah Alessia Cara. Aku pertama kali tahu dia dari MTV Push. Setiap nonton channel MTV Live, 15 menit sekali pasti diputerin cuplikan lagu Here dan profil Alessia. Waktu itu sih aku nggak seberapa memperhatikan profilnya he he. But the song sure stuck in my head. Melodinya tenang banget karena musiknya R&B. Sedikit mengingatkanku sama musiknya Lorde yang setiap hari aku dengarkan selama KKN tahun lalu (lagu Lorde favoritku: Team dan Yellow Flicker Beat; klik untuk mendengarkan di Spotify) Selain itu, liriknya juga agak nge-rap. Aku lumayan suka lagu-lagu rap sih. Aku senang sekali setiap sukses menyanyikan suatu lagu rap. Especially lagu Superbass-nya Nicki Minaj. Yap, I can sing every word.

Back to Alessia, dari situ aku mendengarkan albumnya, Know-It-All, yang dirilis pada 13 November 2015. Thanks to Spotify, aku bisa mendengarkannya kapan saja. Satu demi satu, mulai dari track pertama, Seventeen, sampai My Song sebagai track terakhir versi deluxe. I love every single of them! Musiknya konsisten banget, tetap bisa menciptakan feel yang sama tanpa bikin pendengar bosan. Bukannya memang harus seperti itu? I don't know. Tapi, waktu aku mendengarkan album pertama Meghan Trainor yang bertajuk Title (2015), aku bosan banget. Perbedaan satu lagu dengan lagu lain nggak terasa. Meski enak didengar, tiap lagu jadi kehilangan ciri khasnya.

Picture by Tumblr
Selain musik, aku juga suka liriknya. Album Know-It-All ini jadi terkesan seperti booth curhatan Alessia. Misalnya, Here yang bercerita tentang dia yang sebenarnya bukan party girl. Tapi, for the sake of her friends, dia tetap datang meskipun merasa nggak nyaman. Don't we all sometimes feel like an outsider? A poor party even. Lagu Seventeen sebenarnya hampir seperti Fifteen dari Taylor Swift. Lagu ini menceritakan tentang keinginan untuk kembali ke umur 17. I'm Yours, track ke-4, bercerita tentang Alessia yang akhirnya siap untuk sakit hati lagi if it's the price she has to pay for love. Iya, lagu romantis, tapi nggak terdengar "menye" sama sekali. Sedangkan lagu River of Tears adalah lagu paling slow dalam album ini. Yang jelas sih feel yang diciptakan nggak sama seperti All I Ask-nya Adele ya. Tapi, waktu didengarkan saat galau sih ya jadi makin baper (baca: bawa perasaan). Nah, yang paling relatable sama aku sih lagu terakhir, track ke-13 yang berjudul My Song. "And the verses I write will speak for me." Buat songwriter banget kan? Musiknya juga enak banget. Paling enak didengarkan pakai headset, volume maksimal, cuaca mendung, dan melihat pemandangan di luar. Rasanya kayak lagi syuting film pribadi. This album will definitely be my friends sepanjang perjalanan mudik nanti. Oh ya, baru saja Alessia Cara duet sama Troye Sivan, my another favorite singer , dalam lagu Wild. Meski aku suka Alessia dan Troye, to be honest, proyek duet itu nggak sukses. Suara Alessia nggak cocok buat musik Troye. Well, I'll support them in separate way.


-- Single terbaru Alessia Cara, Wild Things --

Alessia Cara
Brampton, Kanada, 11 Juli 1996

No comments:

Post a Comment

Thanks for reading! Jangan lupa tinggalkan jejak di sini. If you own a blog, don't forget to link it. I will visit you later. x