Movie Review: Black Panther

Wednesday, February 14, 2018
Black Panther Killmonger Michael B Jordan
Foto: Screenrant

BLACK PANTHER. Oh. My. God. It’s so deep.

Seharusnya hari ini aku mau nonton The Greatest Showman untuk terakhir kalinya. Waktu ngecek website Cinema21 pagi tadi masih ada di Ciputra World. Lumayan lah, deket rumah. Sesampainya di sana... Lha kok studionya (hampir) Black Panther semua euy! Terlanjur di TKP, aku pun memutuskan nonton Black Panther. Was it great? I’d say good, not great.

Overall, film Black Panther terasa flat. Membosankan. Tidak heboh. Dan ternyata hal ini banyak dirasakan teman-temanku yang keluar studio menggerutu karena Black Panther tidak sesuai ekspektasi mereka. Personally, mereka ada benarnya. Film-film superhero Marvel biasanya penuh boom boom boom dan hal bombastis lain. Bahkan Thor: Ragnarok kemarin sukses mengguncang perut penonton. Sedangkan ini... Guyonannya garing -___-

For some people, guyonan antara T’Challa a.k.a Black Panther (Chadwick Boseman) dan adiknya, Shuri (Letitia Wright), dianggap lebih pas. Bikin tertawa, tapi tidak kebablasan (mengingat mereka adalah kakak-beradik keluarga kerajaan). Sayangnya, guyonan itu cuma berhasil membuatku tertawa kecil. Kalau tidak salah, hanya 1-2 kali saja penonton di Studio 1 Ciputra World tertawa terbahak-bahak. Itu pun karena ulah Okoye (Danai Gurira) dan Nakia (Lupita Nyong’o).

Movie Review Black Panther
Foto: SuperHeroHype

Siapakah Okoye dan Nakia? Okoye adalah jendral yang memimpin pasukan wanita. Sedangkan Nakia adalah petinggi salah satu suku di Wakanda. Wah, karakter mereka berdua patut mendapat standing ovation. Kuat banget! Saking kuatnya, aku merasa Black Panther ini bukan tentang T’Challa, melainkan Okoye dan Nakia (dan mungkin Shuri). Yap, girl power, baby. Aku yang awalnya menilai Black Panther tidak sesuai ekspektasi malah dibuat kagum.

Nakia (yang juga mantan T’Challa) digambarkan sebagai wanita yang punya jiwa sosial tinggi. Di awal film dia diperlihatkan sedang menyamar sebagai refugee untuk menolong mereka. Ternyata, selama ini dia ingin Wakanda open up to the world. Vibranium (yang diklaim sebagai the strongest metal on earth) yang berlimpah di sana bisa membantu perdamaian dunia. Sayangnya, para raja sebelum T’Challa menentang karena khawatir keselamatan masyarakatnya terancam.


Well, tanpa membuka diri pun, vibranium ternyata diselundupkan ke luar oleh keluarga kerajaan sendiri. Dari sinilah masalah muncul. Klaue (Andy Serkis) yang dikenal sebagai pedagang senjata ilegal akan menjual sebongkah vibranium kepada CIA (diwakili Agent Ross yang diperankan Martin Freeman). T’Challa, Okoye, dan Nakia mengetahui transaksi itu dan berniat menangkap Klaue. Penangkapan tersebut mempertemukan T’Challa dengan Erik Killmonger (Michael B Jordan), the soon-to-be villain.

Long story short, Killmonger merebut takhta Wakanda dan berencana mengirim vibranium ke dunia luar agar menjadi senjata perang. Maksudnya sih baik, yaitu mempersenjatai mereka yang lemah. Sayangnya, Killmonger dibutakan amarah. Dia tidak bijak seperti T’Challa. But surprisingly, aku suka Killmonger. Aku suka villain ini. Baru kali ini ada karakter villain yang membuatku bersimpati. Dia tidak menjadi monster karena serakah. Dia tidak menjadi monster karena ingin kekuasaan. Dia hanya ingin keadilan. Keadilan bagi mereka yang tidak punya suara seperti yang selama ini dia rasakan saat “dibuang dan ditinggalkan” di Chicago.

Black Panther T'Challa vs Killmonger
Foto: Houston Public Media

Aduh. Udah seksi, macho, niatnya baik pula. Me love you lah, Bang Kill! (kanan)

Meski tidak sebombastis film-film superhero Marvel sebelumnya, menurutku film garapan sutradara Ryan Coogler ini tetap worth untuk ditonton (daripada Eiffel I’m in Love 2 sih). Meski adegan action-nya tidak seru-seru amat, sinematografinya apik! Mupeng (baca: muka pengen) banget melihat keindahan Benua Afrika (yang sepertinya tidak betulan syuting di sana he he). Unsur budayanya juga kental banget. Suara-suara genderang itu...duh, bikin hati adem. Oh ya, jangan terkejut dengan “baju koko” yang dipakai T’Challa ya. Kabarnya sudah banyak dijual tuh di toko online Indonesia. Gercep banget.


Mungkin sebentar lagi sandalnya juga??

7 comments:

  1. wih.. udah ada aja nih review-nya.. aku penasaran lah pingin nonton film ini kak... suka banget sama super hero marvel ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, bagi pecinta Marvel jelas wajib nonton ya :) Dan mungkin pendapatnya bakal jauh beda dari ini hehe

      Delete
  2. sebenarnya genre ini bukan seleraku sih. Tapi memang untuk black panther ini pengen nonton. Jadi terbantu dengan reviewnya.
    Btw, saran aja nih, font tulisannya terlalu kecil. jadi enggak nyaman bacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pun sebenernya ngga berencana nonton ini :)) Tapi studio penuhnya sama ini he he. Thank you masukannya ya. Sudah diperbesar nih

      Delete
  3. makasih reviewnya , mudah2an bs nonton

    ReplyDelete
  4. Saya belum nonton filmnya dan baca artikel ini jadi pengen nonton. Marvel juga katanya mau rambah superhero asia. Hanya progresnya belum jelas. Termasuk superhero Indonesia, kalo nggak salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes! Aku juga sempat baca berita tentang itu. Semoga terealisasi beneran deh. Biar nama Indonesia keangkat :)

      Delete

Thanks for reading! Jangan lupa tinggalkan jejak di sini. If you own a blog, don't forget to link it. I will visit you later. x