Movie Review: Me Before You

Monday, July 18, 2016
Movie Review Me Before You
Foto: Refinery29

Film Me Before You ini masuk dalam daftar wajib ditonton milikku. Sebab, aku selalu menonton film-film adaptasi novel populer. Jelas saja novel Jojo Moyes yang diadaptasi kali nggak bisa dilewatkan karena sering lalu-lalang di blog-blog buku internasional. Tapi, aku nggak berekspektasi tinggi. Aku cuma berharap film ini cukup menghibur selama liburan. Awalnya, aku yakin aku nggak bakal punya komentar apapun tentang akting para pemainnya. The lovely Sam Claflin kan aktingnya selalu oke sebagai cowok charming di franchise Hunger Games dan Love, Rosie (2014). Sedangkan Emilia Clarke tampil bagus sebagai Khaleesi dalam serial TV Game of Thrones. So, what's not to like?

Me Before You bercerita tentang Louisa Clark (Emilia Clarke) atau yang sering dipanggil Lou. Penonton pertama kali disuguhi kisah Lou saat dia dipecat sebagai pelayan sebuah restauran. Hidup dalam rumah dengan lima anggota keluarga membuat Lou harus punya pekerjaan. Apalagi, saat itu sang ayah nggak punya pekerjaan juga. Lou dan sang kakak, Katrina (Jenna Coleman), pun menjadi tulang punggung keluarga. Tapi, suatu hari Lou berhasil mendapat pekerjaan di sebuah kastil milik keluarga Traynor. Dia bertugas mengasuh putra satu-satunya keluarga itu, William "Will" Traynor (Sam Claflin). Iya, dari situ memang sudah bisa ditebak kalau kisah ini bakal tentang cinta lokasi. But there is more...



Thanks God film garapan sutradara Thea Sharrock ini nggak mengusung kisah keluarga kaya menentang calon yang miskin. Kalau kamu nggak suka jenis cerita romance seperti itu, you don't have to worry. Instead of focusing on the romance, bagiku film ini lebih menonjolkan setting lokasinya. Dari awal sejak di restauran tempat Lou bekerja aja dekorasinya sudah apik. Rasanya iri banget karena meski yang datang para lansia, tempatnya Instagram-able banget he he. Belum lagi saat Lou menemani pacarnya, Patrick (Matthew Lewis), running. Aduh, suasana di sekitarnya itu bikin aku pengin liburan lagi. But the most magical place is the castle. Nanti Will bakal mengajak Lou ke spot favoritnya di kastil itu kok ;) Prepare to be amazed! Sayangnya, bagiku, perjalanan mereka ke Pulau Mauritius kurang mengena di hati. Bagiku sih shot-nya kurang mengena. Masa kalah dengan foto-foto para travel blogger.

Meski plotnya sederhana, aku cukup terhibur dengan plot twist kecilnya. Aku pun suka dengan ending-nya yang nggak "dipaksa" happy ending (kan sesuai novel). Tapi, aku kecewa dengan alurnya yang sangat cepat. Hari-hari Lou mengurus Will dipersingkat. Alhasil, aku nggak merasa terikat sama para karakter. Seolah-olah karakterisasi itu nggak penting, melainkan the romance between both characters. Hal ini jelas sangat mengecewakan fans, khususnya yang suka fangirling. Selain itu, aku juga kurang suka dengan akting Emilia. Mungkin menurut buku, Lou has a weird yet exciting personality. Tapi, hasil yang terlihat dalam film adalah she's too much. Aku merasa terganggu sama ekspresinya. I don't mind with her fashion though. Menurutku penampilannya justru menarik banget. Aku cuma nggak suka facial expression-nya. Coba deh perhatikan. Sedangkan untuk akting Claflin, I think he got not enough chance to show-off his skill. Aku justru lebih terpesona sama Will dari kata-katanya sih, khususnya di bagian akhir.

Well, buat yang suka cerita romance yang dalam, Me Before You sama sekali nggak aku rekomendasikan. Tapi, kalau lagi bosan menonton film action atau superhero, sekali-sekali pengin menonton tanpa berpikir, silahkan menonton film ini. Buat pecinta romance ala Nicholas Sparks, this movie is totally not worth it. Meski sang sutradara pengin banget penonton menangis, it doesn't work at all for me. Cuma rasa simpati aja sih.


Judul: Me Before You | Sutradara: Thea Sharrock | Produser: Alison Owen, Karen Rosenfelt | Screenplay: Jojo Moyes | Adaptasi: Me Before You oleh Jojo Moyes | Pemain: Emilia Clarke, Sam Claflin, Janet McTeer, Charles Dance, Brendan Coyle | Musik: Craig Amstrong | Sinematografi: Remi Adefarasin | Editor: John Wilson | Produksi: Sunswept Entertainment, Metro-Goldwyn-Mayer, New Line Cinema | Distributor: Warner Bros. Pictures | Rilis: 3 Juni 2016 (AS) | Bujet: USD 20 juta | Box Office: USD 171,9 juta

9 comments:

  1. Ini sudah tayang di Indonesia mba?
    Aku suka rambutnya si lou yg dikepang 2. Hhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum nih. Dan kayaknya nggak bakal ditayangin di bioskop. Kurang hits soalnya. Cuma rame gembar-gembornya aja karena fans bukunya banyak. Tunggu DVDnya aja ya :)

      Delete
  2. Belum nonton filmnya, baru baca bukunya setengah jalan. aku tau bukunya gara-gara direkomendasiin sama salah satu member grup idol favoritku hehe. temanku ada yang bilang sih filmnya itu lebih bagus dari the fault in our stars.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya bukunya jauh lebih bagus (as always). Tapi kalau dibandingin sama TFiOS aku kurang paham nih :( Waktu itu nonton filmnya aku skip2 hehe

      Delete
  3. Jarang-jarang cerita cinta di istana yg gak bertepuk sebelah tangan. Penasaran juga sih jdnya :)) thanks rekomendasinya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama :) Tapi ini bukan cerita kerajaan ya. Settingnya aja di kastil. Yang punya kaya banget.

      Delete
  4. Latar nya kayak zaman princes-princes gitu yak. Zaman duluan. Mungkin karena settingnya di castle kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Engga kok. Ini modern banget. Cuma setting utamanya di castle. Si cowok kaya banget dan tipikal bangsawan Inggris pasti punya castle kan ;) Jadi isinya ya high tech banget

      Delete
  5. bisa buat referensi nanti pas cuti lahiran, nonton film ini di rumah... hehehe... aniway, aku suka banget sama novelnya Jojo Moyes. Runtut, dan easy to read. heheh...

    ReplyDelete

Thanks for reading! Jangan lupa tinggalkan jejak di sini. If you own a blog, don't forget to link it. I will visit you later. x