aplikasi pinjaman online

Nggak bisa dipungkiri kalau pandemi COVID-19 membuat perekonomian jatuh. Mulai dari gaji yang dipotong hingga 50 persen, dirumahkan tanpa dibayar sepeser pun, sampai kehilangan pelanggan karena daya beli menurun. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat akhirnya melirik pinjaman online yang katanya bisa dicairkan dengan mudah dan cepat. Siapa sih yang nggak mau? Nah, sebelum memutuskan meminjam uang dari aplikasi pinjaman online, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Yaitu,

Harus Terdaftar OJK, Kalau Nggak, Jangan Coba-Coba!

Masih ingat nggak kasus-kasus pinjaman online yang mengirim SMS tagihan yang disertai ancaman kepada semua orang terdekat si peminjam? Gila sih. Gara-gara SMS seperti itu, seorang karyawan sampai dipecat karena dianggap mencoreng image perusahaan. Bahkan, orang yang nggak kuat menahan malu sampai mengambil jalan pintas, yakni bunuh diri. Kasus seperti itu membuat orang-orang ragu untuk menggunakan aplikasi pinjaman online.


Sebenarnya, bukan aplikasi pinjaman online-nya yang salah. Tapi ya pihak pinjaman online-nya yang nggak bertanggung jawab. Jadi, setelah diselidiki, banyak aplikasi yang diam-diam mengambil data pada handphone peminjam. Mulai dari kontak sampai akses membaca SMS. Oleh sebab itu, saat peminjam nggak bisa mengembalikan uang, pihak pinjaman online yang nggak bertanggung jawab itu mengganggu orang-orang dalam phone book. Ini jelas sebuah kejahatan melanggar privasi sih.

 

Setelah kejadian ini, OJK mulai bertindak. Masyarakat dihimbau untuk memakai aplikasi pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK. Jadi, kalau kamu mau memanfaatkan aplikasi pinjaman online, pastikan sudah terdaftar ya!


Jangan Malas Baca Honest Review

‘‘Eh, influencer ini pakai X. Ikutan ah!’’ Sering kali netizen yang budiman tergiur dengan apa yang dipakai influencer. Apalagi kalau influencer tersebut terlihat menyukainya dan terbukti mendapatkan keuntungan. Padahal, influencer juga bisa dibayar lho. Beberapa (nggak semuanya) bahkan asal ambil endorsement tanpa mencari tahu lebih jauh. Nanti, kalau followers-nya merasa nggak sesuai seperti apa yang diiklankan, protes dan menulis comment jahat di akun influencer-nya. Haduh, cukup sampai di sini deh lingkaran setan itu.

 

Sebagai pengguna, kita nggak boleh menutup mata. Setelah melihat influencer menyukai produk X dan kita juga ingin mencoba, alangkah baiknya jika kita mencari tahu lebih lanjut tentang produk tersebut. Sekarang semua orang pasti sambat di social media kok. Nggak butuh waktu lama untuk mencari tanggapan orang biasa tentang suatu produk. Apalagi kalau aplikasi pinjaman online yang cukup riskan ya. Sebaiknya cari review-nya lebih banyak dan kalau nggak paham, jangan malu untuk bertanya kepada penulis review. Siapa tahu malah dapat teman baru.


review aplikasi pinjaman online

Cari yang Sesuai Kebutuhan, Jangan Asal Ikut-Ikutan

Karena aplikasi pinjaman online mulai menjamur, agak tricky untuk memilih mana yang benar-benar bagus. Ya sama lah seperti memilih ayam goreng. Kalau suka kulit, pasti memilih KFC. Kalau suka daging, pasti memilih McDonald. Ya nggak? Nah, buat kamu yang mencari pinjaman online serba praktis tapi tetap terpercaya, coba deh install Tunaiku. 


Pendaftaran Tunaiku bisa dilakukan hanya lewat aplikasi dengan durasi 24 jam. Setelah itu, kamu harus menunggu persetujuan kurang lebih 1–7 hari (termasuk cepat lho! I’ve known worse he he). Oh iya, menurutku pribadi, bunganya nggak terlalu memberatkan. Yakni, 3–4% dengan limit Rp 2-20 juta dan tenornya 2–20 bulan. Kurang oke apa tuh?

 

Tapi, yang paling bikin aku merasa sangat aman yak arena nanti ada kurir resmi yang datang untuk proses tanda tangan kontrak. Nah, karena pinjaman dilakukan secara online, banyak penyedia lain yang kontraknya hanya lewat aplikasi. For some people, yang kayak gini belum bisa bikin hati tenang. Apalagi kalau misalnya dana yang dipinjam cukup banyak.


Nah, itu lah tiga hal yang wajib banget diperhatikan sebelum memakai aplikasi pinjaman online ya. Sekarang memang semuanya serba praktis. Tapi, sebagai konsumen, kita justru nggak boleh lengah dan lebih berhati-hati.