Foto: Unsplash

Sejak tahun lalu, aku mencoba membuat resolusi yang masuk akal. I mean, membuat resolusi yang memungkinkan dan sudah ada gambaran langkah apa yang harus diambil. Jangan membuat resolusi pergi ke bulan, tapi proses pengerjaan skripsi aja sama sekali tidak berjalan he he he. Here’s a little recap tentang hasil resolusi 2017-ku:

  • Tulisan dimuat di media lain: Alhamdulillah tulisanku sempat dimuat oleh majalah CosmoGirl Indonesia untuk edisi Januari 2017. Tulisan itu tentang bagaimana rasanya punya pacar populer. Meski hanya satu halaman, aku sangat puas karena profilku di-featured pada halaman kontributor. Penasaran? Baca di sini. Thank you @delfania and @zianuari!
  • Menyelesaikan skripsi: Aku sangat sedih karena goal paling besar malah tidak terpenuhi. Aku bahkan sampai ganti dosen pembimbing dan mengambil cuti kerja selama satu bulan. It means gajiku dipotong cukup banyak, tapi hilal sidang tidak terlihat juga. Yah, meski ada progress sedikit, I hope I could do more.
  • Liburan ke luar negeri: Saat menulis resolusi 2017, aku memang sudah dalam proses persiapan menonton konser Coldplay di Bangkok, Thailand. So of course resolusi ini terpenuhi. Surprisingly, kantor juga mengirimku ke Brisbane, Australia, selama satu minggu penuh! Perjalananku itu pun dalam rangka diundang oleh QUT (Queensland University of Technology) sehingga tidak ada kewajiban menulis berita. Too bad aku tidak membawa kamera dan kurang mengabadikan waktuku di sana. Next time maybe?
  • Semakin produktif blogging: I can’t say this goal is not accomplished. Sebab, dibandingkan tahun sebelumnya, aku menulis empat artikel lebih banyak. Tapi, karena rencana awalnya adalah menulis tiap minggu, so yeah, aku gagal. Meski begitu, Alhamdulillah banyak hal baru yang aku pelajari tentang dunia blogging tahun ini.
  • Hidup sehat lahir dan batin: Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, aku selalu K.O saat Zetizen-Con berlangsung. Aku juga masih sering izin tidak masuk kerja karena sakit. But thankfully, akhir-akhir ini aku semakin rajin sholat. Yang biasanya hanya sholat subuh dan (kadang) isya, satu bulan terakhir hanya miss satu.

So, those are the result. Namanya manusia ya hanya bisa berencana. Tuhan yang menentukan. Banyak hal yang tanpa diduga terjadi selama 2017. Kadang ingin marah, tapi toh manusia belajar dari berbuat salah. Kali ini, goal utamaku hanya satu: menjadi pribadi yang lebih baik dengan cara lebih mencintai diri sendiri. Egois itu kadang perlu kok. Goal itu akan kucapai dengan melakukan hal-hal berikut ini:

Bisa Makeup & Rajin Merawat Kulit
As I get older, entah kenapa aku ingin bisa memakai makeup dengan benar. Maksudnya, bisa menggambar alis simetris, bisa contouring, berani menjepit bulu mata dan tahu cara memasang fake eyelashes, terbiasa memakai lipstick... Yah, pokoknya bisa makeup natural dan lebih pede setelahnya.

Aku juga semakin aware dengan kondisi kulitku yang butuh perhatian. Awal masuk kuliah, kulitku mulus tanpa bekas jerawat dan entah noda apa. Sejak bekerja sambilan, kulitku sering bermasalah. Terakhir kali ke dokter spesialis kulit didiagnosa terlalu kering. Tapi, setelah mencoba banyak produk yang hydrating, kok kulit masih bermasalah ya. Should I go to beauty clinic? Is it that necessary?

Sejauh ini aku hanya menerapkan 10 step Korean Skincare setiap malam. Yah, meski tidak benar-benar sepuluh produk, kiblatku ke arah sana. Tapi, aku masih sering lupa atau malas karena pekerjaanku selalu selesai malam hari. Alhasil, sesampainya di rumah aku ingin cepat tidur dan hanya mencuci muka. Tahun depan aku harus bisa konsisten nih!


Ingat Kebutuhan, Tidak ‘‘Gila’’ Brand
Aku pernah menulis tentang bagaimana masyarakat memandang barang branded (baca di sini). And I’m still one of those yang merasa barang branded adalah yang terbaik. Padahal, aku sudah sadar bahwa kadang kita ‘‘dihipnotis’’ brand besar. You name it. Zara, Pull &Bear, Stradivarius, H&M...

Mengikuti pemikiran seperti itu ternyata cukup melelahkan. Apalagi kalau sudah tahu bagaimana sulitnya mencari uang. Setiap gajian, ‘‘Ah, sepertinya lebih berguna kalau untuk ini saja.’’ Aku ingin belajar untuk memilah antara kebutuhan dan keinginan. Aku ingin belajar untuk tidak mempedulikan perkataan orang-orang tentang brand pakaian yang kupakai.

Menabung untuk Jalan-Jalan ke Korea
Sebenarnya, aku sangat ingin jalan-jalan ke Korea Selatan tahun depan. Tapi apa daya, selama skripsi belum terselesaikan, Apa dan Ama tidak akan mengizinkan. Jadi, tahun 2018 aku manfaatkan untuk menabung saja. Menabung itu susah lho. Aku bahkan sudah mengakali dengan membuka rekening baru di bank berbeda. Tapi, selama ATM dan internet banking ada, aku akan kesulitan menabung. Kalau ada yang punya post tentang tips dan trik menabung, boleh ditulis di kolom komentar ya.

Rencananya, aku akan ke Korea Selatan dengan Trip Bareng CK (Claudia Kaunang). Dia adalah penulis buku travelling dan membuka trip dengan mayoritas pesertanya perempuan. Jadi, aku akan merasa lebih aman. Iya, jalan-jalan sendiri memang lebih enak dan fleksibel. Tapi, Korea Selatan itu jauh dan bahasa utamanya bukan Bahasa Inggris. Aku prefer ke sana pertama kali dengan travel.


Sidang Skripsi dan Wisuda!
Oh, come on, Ratri. Seharusnya urusan ini bisa selesai tahun ini. Procrastination is killing me. Semakin banyak teman yang bekerja di luar kota. Sedangkan aku masih di sini-sini aja. Setiap ditanya, ‘‘Apa sih masalahnya?’’ Nothing. Seriously. Aku sangat aware kalau skripsiku itu, yah, lebih complicated dari yang lain, tapi sebenarnya aku bisa mengerjakan kok.

Tapi, keinginan memulainya itu lho yang sulit. Setiap membuka laptop untuk mengerjakan skripsi, aku akan mudah ter-distract mengerjakan yang lain. Entah itu blog, pekerjaan, atau bahkan streaming drama Korea. Apa aku harus meninggalkan semua gadget dan menulis manual? Aku mentargetkan wisuda Maret atau maksimal Juli! Bismillah. Kalau lebih dari itu, I don’t know what to say to Ama. Beliau bahkan sudah pernah mengancam tidak akan datang ke wisudaku kalau molor terus. HELP!

Finding ‘‘The One’’
Sorry kalau tahun ini ada resolusi yang agak cheesy. Tapi, aku benar-benar ingin segera menemukan jodohku. Dulu sih aku masih merasa sendirian lebih enak. Toh selama ini memang dituntut mandiri and I’m fine and I’m happy. Oleh karena itu, resolusi ini mungkin untuk jangka panjang karena... Well, who knows? I just broke up with someone dan rasanya masih belum bisa move on seutuhnya.


Hubungan itu membuatku sadar betapa pentingnya kita menemukan seseorang yang willing to support us fully. Hubungan itu membuatku sadar seperti apa emotional abuse in relationship. Hubungan itu juga mengajarkanku untuk tidak tergesa-gesa, khususnya dalam hal memberi kepercayaan. Dan, oh, aku juga jadi tahu how it feels like to date a narcissist seperti yang ditulis seseorang dalam surat terbuka untuk Walikota Bandung.

Tidak Sering Sakit Lagi
Setiap tahun, mungkin dua bulan sekali aku ‘‘tumbang’’. Yah, tidak selalu lama sih. Biasanya sampai izin tidak masuk kantor 3–7 hari. Belum lagi saat pekerjaan semakin intense setiap November. Pada bulan itu, aku harus pindah kantor ke SSCC Supermall Pakuwon untuk acara Zetizen Convention. Berlangsung selama 10 hari, selama itu pula aku harus bekerja di sana mulai pukul 11.00 sampai 12.00 malam atau bahkan lebih!

Mungkin aku adalah kru yang paling sering ‘‘tumbang’’ setiap acara berlangsung. Bagaimana tidak, venue acara itu luas lho. Tanpa terasa, tiap malam kaki terasa pegal. Selain itu, aku harus bekendara dengan sepeda motor, memakai jaket ala kadarnya, dan menerjang ganasnya angin malam. Ah, bayangkan saja.

Oleh karena itu, tahun depan aku harus rajin minum vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Dear, Ratri. Kalau sakit jangan lama-lama. Sungkan lho sama teman kerja yang lain karena terlalu sering membolos. Akhirnya, aku mulai mengkonsumsi Theragran-M, vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit.

*Selalu bawa di dalam tas

And it works! Beberapa hari terakhir aku nekat menerjang hujan deras. Bahkan, aku pernah ganti jas hujan karena air hujan tembus saking derasnya. Alhamdulillah aku masih sehat. Dulu, si mantan sering mengingatkan minum vitamin. Tapi, aku belum menemukan yang cocok. Setelah putus, eh, malah rajin minum vitamin. Tuhan memang selalu mengganti dengan yang lebih baik ya he he.

Theragran-M mengandung multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) dan mineral esensial (seperti magnesium dan zinc). Kandungan itu berfungsi untuk meningkatkan, mengembalikan, dan menjaga daya tahan tubuh, serta mempercepat proses penyembuhan. Tuh, cocok buat tubuh lemah dan banyak aktivitas sepertiku. Theragran-M mudah ditemukan di apotek terdekat kok. Harganya Rp 20.000. Cukup minum satu kaplet dalam sehari setelah makan.

So, bagaimana resolusi 2018-mu? Bagiku sih resolusi tidak harus banyak dan muluk-muluk. Intinya, tahun depan kita harus hidup lebih baik, lebih sehat, lebih bahagia. Tidak ada yang tidak mungkin sebelum kita mencobanya. May the odd be ever in your favor!


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Theragran-M.