Wednesday, April 29, 2020

Rapid Test, Langkah Pertama untuk Menghentikan COVID-19

rapid test covid 19 virus corona

Sampai saat ini, aku masih merasa pemerintah Indonesia perlu melakukan rapid test untuk mendeteksi COVID-19. Nggak cuma keluarga pejabat, influencers, dan mereka-mereka yang ekonominya mengenah ke atas, melainkan SELURUH masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Kenapa? Coba bayangkan. Semua ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19 sudah sembuh. Tapi ada satu anak muda pulang ke kampungnya di atas gunung dan ternyata dia carrier COVID-19. Alamak! Bisa sia-sia semua social distancing ini.

Pssst... karena banyak yang menanyakan rekomendasi drama Korea untuk ditonton selama masa PSBB, nih baca Drama Korea Terbaik menurutku.

Apa itu rapid test?
Rapid test memang bukan metode paling akurat untuk mendeteksi virus corona COVID-19. Tapi, ini adalah langkah awal untuk meminimalisir penyebaran. Sebab, rapid test bisa mendeteksi antibodi IgM dan IgG yang diproduksi tubuh saat melawan virus corona. Jika antibodi tersebut terdeteksi, berarti tubuh pernah atau sedang terpapar virus corona. Nah, kalau untuk mendeteksi adanya virus corona dalam tubuh, PCR atau Polymerase Chain Reaction lebih ampuh.

Seperti apa rapid test dilakukan?
Alatnya sih mirip alat tes kehamilan. Bukannya meneteskan urin, alat rapid test COVID-19 memerlukan tetesan darah kita. Biasanya sih darah dari ujung jari. Selama kurang lebih 10–15 menit, alat rapid test akan menunjukkan garis yang menentukan apakah kita terpapar COVID-19 atau nggak. Simpel banget kan? Nggak heran kalau rapid test bahkan dilakukan secara drive thru di Korea Selatan.

Meski rapid test menunjukkan hasil negatif, kita nggak boleh langsung lega. Sebab, antibodi tersebut butuh waktu untuk terbentuk. Oleh karena itu, setelah rapid test, kita masih disuruh untuk isolasi mandiri selama 14 hari dan mengikuti rapid test lagi. Sedangkan untuk hasil positif, kita akan diarahkan untuk swab dan PCR. So, relax! Rapid test positif belum tentu positif COVID-19 kok.





Gelisah, masyarakat jadi berebut rapid test?
Sebenarnya sih nggak perlu gelisah. Tapi, menurutku memang better safe than sorry sehingga aku bisa memahami kenapa orang-orang langsung ingin ikut rapid test. Apalagi, pemerintah sudah menyebarkan alat rapid test ke seluruh Indonesia sehingga semua orang bisa melakukan rapid test di rumah sakit, institusi yang ditunjuk, atau bahkan secara online lewat aplikasi Halodoc!

Halodoc adalah aplikasi layanan kesehatan yang very helpful. Aku sudah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter-dokter di aplikasi Halodoc. Memang, pemeriksaan yang lebih akurat harus dilakukan secara langsung oleh dokter di rumah sakit. Tapi, ada saat-saat dimana sakitku datang saat weekend atau malam hari. Ya Halodoc jadi semacam pertolongan pertama. Bahkan, dokternya pun selalu merekomendasikan periksa langsung ke rumah sakit kok. So they don’t claim bisa menyembuhkan 100 persen hanya lewat aplikasi ya.

Setelah berkonsultasi, dokter akan membuatkan resep yang akan dikirim langsung ke rumah dengan Go-send. Kita pun bisa membayarkan pakai Go-pay. Seriously, membantu banget. Teman-temanku yang merantau pun merasa sangat terbantu karena mereka tinggal sendirian. Eits, kalau mau beli obat aja tanpa konsultasi ke dokter bisa kok.

Nah, I’m pretty amazed waktu tahu kalau Halodoc juga melayani rapid test. Instead of antre di rumah sakit yang belum tentu dapat jatah rapid test, kita yang di Jabodetabek bisa mendaftar lewat Halodoc. Hasil tesnya pun akan keluar besoknya dan dikirim melalui SMS atau notifikasi dalam aplikasi Halodoc. Easy right?

rapid test covid 19 virus corona halodoc





Meski sekarang semua orang bisa mengikuti rapid test, kalau kamu nggak merasa sakit atau ada orang terdekat yang menunjukkan gejala COVID-19, sebaiknya sih nggak perlu ikut rapid test. Selain hemat (uangnya bisa untuk memenuhi kebutuhan pokok yang lain), kita memberi kesempatan kepada mereka yang lebih membutuhkan rapid test. Who knows kan kapan alat rapid test-nya habis?

Post a Comment

Thanks for reading! Jangan lupa tinggalkan jejak di sini. If you own a blog, don't forget to link it. I will visit you later. x

Instagram

Instagram