PCR test wajib dilakukan saat akan bepergian kembali Indonesia dan beberapa negara lain. Tapi, kalau mampu, PCR test sebaiknya dilakukan secara berkala lho. Sebab, tes ini lebih akurat daripada rapid. Apasih bedanya PCR dan rapid test?

 

Tujuan Pemeriksaan

Rapid test untuk screening. Jadi, tes ini hanya melihat dari permukaannya saja. Kira-kira tubuh membentuk anti gen gara-gara ada virus corona nggak ya? Just it! Sedangkan PCR test bisa memberikan diagnosa yang pasti.

 

Jenis Sampel

Salah satu perbedaan dari PCR swab dan rapid test adalah jenis sampel yang diambil. Rapid test dilakukan dengan mengambil sampel darah. Metode rapid test memeriksa virus menggunakan antibodi IgG dan IgM yang ada di dalam darah. Antibodi tersebut terbentuk dalam tubuh saat kita mengalami infeksi virus. Jadi, jika di dalam tubuh kita terjadi infeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM dalam tubuh akan bertambah. Hasil rapid test ini dapat memperlihatkan adanya IgG atau IgM dalam darah. Jika ada, maka hasil rapid test dinyatakan reaktif ada infeksi virus.

 

Namun, hasil tersebut bukanlah diagnosis pasti yang menggambarkan infeksi COVID-19. Maka, jika seseorang dengan hasil rapid test reaktif maupun non reaktif akan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan PCR swab. Pemeriksaan PCR swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan. Dua area tersebut dipilih karena menjadi tempat virus menggandakan dirinya. Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat, sebab virus corona akan menempel di bagian dalam hidung atau tenggorokan saat masuk ke dalam tubuh. Hasil akhir dari pemeriksaan PCR swab ini nantinya akan benar-benar memperlihatkan keberadaan virus SARS-COV2 di dalam tubuh seseorang.

 

Waktu Menunggu Hasil Tes Keluar

Rapid test hanya membutuhkan waktu 10-15 menit hingga hasil tes keluar sedangkan pemeriksaan menggunakan metode PCR swab membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasilnya.

 

Kelebihan dan Kekurangan

Salah satu kelebihan rapid test adalah kecepatan dan kemudahannya. Cara ini juga bisa menjadi alternatif untuk mendata orang-orang yang butuh pemeriksaan lanjutan dengan cepat. Kekurangannya, hasil rapid test ini bisa digunakan untuk menguji ada atau tidaknya virus dalam tubuh namun tidak bisa digunakan langsung untuk mendiagnosis pasti COVID-19.

 

Lalu, kelebihan pemeriksaan PCR swab adalah keakuratannya dalam mendeteksi virus corona. Namun, kekurangan dari metode ini adalah pemeriksaan yang sedikit lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lebih lama.

 

Prosedur Pemeriksaan

Prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

 

Sedangkan untuk tahapan prosedur pemeriksaan swab test dengan metode PCR, tenaga kesehatan akan memasukkan alat Swab yang berbentuk seperti cotton bud yang dilakukan untuk menyapukan alat tersebut ke area belakang hidung untuk mendapatkan cairan atau lendir yang terdapat di area tersebut.

 

Setelah itu, alat swab akan dimasukkan ke tabung khusus dan ditutup. Spesimen ini selanjutnya dikirim ke laboratorium untuk diperiksa menggunakan teknik PCR. PCR adalah teknik pemeriksaan yang dilakukan untuk mencocokkan DNA atau RNA yang dimiliki virus. DNA atau RNA yang ada pada sampel dari swab tadi akan direplikasi atau digandakan sebanyak mungkin. Kemudian dicocokkan dengan susunan DNA SARS-COV2 sebagai template. Jika cocok, maka pasien yang diambil sampel lendirnya positif terinfeksi COVID-19. Sebaliknya, jika ternyata tidak cocok, tandanya orang tersebut negatif terinfeksi COVID-19.

 


Nah, I’m pretty amazed waktu tahu kalau Halodoc juga melayani PCR test. Instead of antre di rumah sakit yang belum tentu dapat jatah rapid test, kita yang di Jabodetabek bisa mendaftar lewat Halodoc. Hasil tesnya pun akan keluar besoknya dan dikirim melalui SMS atau notifikasi dalam aplikasi Halodoc. Easy right?

rapid test covid 19 virus corona

Sampai saat ini, aku masih merasa pemerintah Indonesia perlu melakukan rapid test untuk mendeteksi COVID-19. Nggak cuma keluarga pejabat, influencers, dan mereka-mereka yang ekonominya mengenah ke atas, melainkan SELURUH masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Kenapa? Coba bayangkan. Semua ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19 sudah sembuh. Tapi ada satu anak muda pulang ke kampungnya di atas gunung dan ternyata dia carrier COVID-19. Alamak! Bisa sia-sia semua social distancing ini.

Pssst... karena banyak yang menanyakan rekomendasi drama Korea untuk ditonton selama masa PSBB, nih baca Drama Korea Terbaik menurutku.

Apa itu rapid test?
Rapid test memang bukan metode paling akurat untuk mendeteksi virus corona COVID-19. Tapi, ini adalah langkah awal untuk meminimalisir penyebaran. Sebab, rapid test bisa mendeteksi antibodi IgM dan IgG yang diproduksi tubuh saat melawan virus corona. Jika antibodi tersebut terdeteksi, berarti tubuh pernah atau sedang terpapar virus corona. Nah, kalau untuk mendeteksi adanya virus corona dalam tubuh, PCR atau Polymerase Chain Reaction lebih ampuh.

Seperti apa rapid test dilakukan?
Alatnya sih mirip alat tes kehamilan. Bukannya meneteskan urin, alat rapid test COVID-19 memerlukan tetesan darah kita. Biasanya sih darah dari ujung jari. Selama kurang lebih 10–15 menit, alat rapid test akan menunjukkan garis yang menentukan apakah kita terpapar COVID-19 atau nggak. Simpel banget kan? Nggak heran kalau rapid test bahkan dilakukan secara drive thru di Korea Selatan.

Meski rapid test menunjukkan hasil negatif, kita nggak boleh langsung lega. Sebab, antibodi tersebut butuh waktu untuk terbentuk. Oleh karena itu, setelah rapid test, kita masih disuruh untuk isolasi mandiri selama 14 hari dan mengikuti rapid test lagi. Sedangkan untuk hasil positif, kita akan diarahkan untuk swab dan PCR. So, relax! Rapid test positif belum tentu positif COVID-19 kok.





Gelisah, masyarakat jadi berebut rapid test?
Sebenarnya sih nggak perlu gelisah. Tapi, menurutku memang better safe than sorry sehingga aku bisa memahami kenapa orang-orang langsung ingin ikut rapid test. Apalagi, pemerintah sudah menyebarkan alat rapid test ke seluruh Indonesia sehingga semua orang bisa melakukan rapid test di rumah sakit, institusi yang ditunjuk, atau bahkan secara online lewat aplikasi Halodoc!

Halodoc adalah aplikasi layanan kesehatan yang very helpful. Aku sudah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter-dokter di aplikasi Halodoc. Memang, pemeriksaan yang lebih akurat harus dilakukan secara langsung oleh dokter di rumah sakit. Tapi, ada saat-saat dimana sakitku datang saat weekend atau malam hari. Ya Halodoc jadi semacam pertolongan pertama. Bahkan, dokternya pun selalu merekomendasikan periksa langsung ke rumah sakit kok. So they don’t claim bisa menyembuhkan 100 persen hanya lewat aplikasi ya.

Setelah berkonsultasi, dokter akan membuatkan resep yang akan dikirim langsung ke rumah dengan Go-send. Kita pun bisa membayarkan pakai Go-pay. Seriously, membantu banget. Teman-temanku yang merantau pun merasa sangat terbantu karena mereka tinggal sendirian. Eits, kalau mau beli obat aja tanpa konsultasi ke dokter bisa kok.

Nah, I’m pretty amazed waktu tahu kalau Halodoc juga melayani rapid test. Instead of antre di rumah sakit yang belum tentu dapat jatah rapid test, kita yang di Jabodetabek bisa mendaftar lewat Halodoc. Hasil tesnya pun akan keluar besoknya dan dikirim melalui SMS atau notifikasi dalam aplikasi Halodoc. Easy right?

rapid test covid 19 virus corona halodoc





Meski sekarang semua orang bisa mengikuti rapid test, kalau kamu nggak merasa sakit atau ada orang terdekat yang menunjukkan gejala COVID-19, sebaiknya sih nggak perlu ikut rapid test. Selain hemat (uangnya bisa untuk memenuhi kebutuhan pokok yang lain), kita memberi kesempatan kepada mereka yang lebih membutuhkan rapid test. Who knows kan kapan alat rapid test-nya habis?
Treats by Traveloka Eats Surabaya

Fitur Traveloka Eats dari Traveloka ternyata lumayan menyelamatkan kantong milenial saat kencan lho. Hal itu sudah kubuktikan sendiri malam mini saat jalan-jalan di Tunjungan Plaza Surabaya. Tinggal buka aplikasinya (it’s my most favorite OTA app so far), klik icon Eats yang gambarnya sendok-garpu, masukkan lokasi Tunjungan Plaza, Tegalsari, dan voila, semua promo restauran terpampang nyata!

Pilihanku pun jatuh pada Ka-Soh di Tunjungan Plaza 3 (sebelah Barby’s, dekat eskalator). Ka-Soh adalah restauran yang menyajikan Chinese food asal Singapura. I haven’t tried it at its origin country, tapi Ka-Soh yang di Surabaya ini dijamin halal kok dan (katanya) rasanya nggak berbeda jauh dari di Singapura dan Malaysia. Well, bagiku sih yang penting enak :))))

Ka-soh chinese food singapore culinary
Restauran Ka-Soh di Singapura (Foto: DanielFoodDiary.com)

Ada dua paket promo yang saat itu ditawarkan. Yakni, set meal untuk dua orang seharga Rp 98.922 (diskon 41% dari harga awal Rp 169.098) dan set meal untuk empat orang seharga Rp 157.935 (diskon 36% dari harga awal Rp 248.326). Tergiur? JELAS! Sebab, biasanya aku menghabiskan sekitar Rp 100 ribu untuk satu kali makan di mall. Untuk aku sendirian lho ya. Kalau berdua ya….




Traveloka eats ka-soh tunjungan plaza surabaya

Saat itu aku sudah di depan Ka-Soh. Foto makanannya sih sudah ada di aplikasi Traveloka, tapi cuma satu. “Lha ini wet chicken rice apa chicken white pepper?” Nggak mau tertipu, aku pun mendatangi pramusaji yang berjaga di pintu masuk. Dengan ramah, pramusaji tersebut menunjukkan foto kedua menu di buku menu. “Dari Traveloka ya, Kak?” OMG YES! Sebuah bukti kalau Traveloka Eats di Surabaya sudah banyak yang memakai.

Aku sangat puas karena foto makanan di Traveloka Eats sesuai dengan makanan yang disajikan. I should thank Ka-Soh though karena nggak berusaha mempercantik foto makanannya (and hopefully restauran-restauran lain di Traveloka East melakukan hal yang sama biar konsumen nggak merasa tertipu dan kapok beli lagi).

Apakah Traveloka Eats beneran lebih murah?

Jawabannya, YES!


2 Wet chicken rice             Rp 84.000
1 Chicken white pepper     Rp 49.000
----------------------------------------------- +
TOTAL                              Rp 133.000 (exclude ppn & service tax)
                                           Rp  98.634 (include ppn & service tax)




traveloka eats surabaya kasoh tunjungan plaza menu

Aku pun hanya perlu membayar minuman yang langsung dibayarkan ke kasir setelah makan. Kalau makanannya terlalu banyak (yes, we were full dengan cuma makan satu porsi wet chicken rice), sisanya boleh dibawa pulang. Menurutku informasi ini perlu karena ada beberapa restauran yang menu promonya nggak bisa dibawa pulang, dine-in only.

Hal yang perlu kamu tahu tentang Traveloka Eats


#1 Beneran lebih murah

Nggak perlu dijelaskan lagi ya. Tulisan di atas kan sudah menjelaskan panjang lebar disertai buktinya he he. Personally, aku lebih suka membeli promo paket daripada voucher untuk restauran-restauran yang belum pernah aku datangi sebelumnya. Dengan begitu, aku nggak perlu lihat-lihat harganya dulu kemudian memperhitungkan apakah beli voucher di Traveloka Eats jatuhnya lebih murah.

#2 It’s okay untuk beli voucher Traveloka Eats on the spot

Kita biasa membeli tiket pesawat, tiket kereta, dan booking hotel jauh-jauh hari di Traveloka. Nggak heran kalau banyak yang menganggap kalau beli voucher makan di Traveloka Eats juga harus jauh-jauh hari. No, babe. Buktinya aku beli on the spot dan bahkan sudah duduk di dalam Ka-Soh kok.

Yang nggak boleh adalah memakai voucher-nya 30 menit sebelum restauran tutup. Peraturan itu pun sudah ditulis dengan jelas pada terms & conditions sebelum kita nge-klik tombol "buy now". Menurutku sih aturan ini masuk akal karena biasanya karyawan restauran sudah siap-siap tutup. I think it would be rude kalau memaksakan. They need to clean up the place too, you know.





#3 Bisa dapet lebih murah lagi dengan Treats by Traveloka Eats

Yap, Traveloka semakin bermurah hati dengan membuat fitur hidden gems bernama Treats. Kenapa hidden gems? Sebab, fitur ini belum ada di semua kota. For all I know sih masih di Jakarta aja dan nggak di semua restauran. But worry not, cukup banyak pilihan restauran yang menggiurkan dengan harga super ramah! Next time aku dikirim ke Jakarta, aku pasti mencoba Treats by Traveloka Eats #teamnggakmaurugi.

treats by traveloka eats jakarta

Perbedaan Treats dengan Traveloka Eats biasa hanya di pembayaran. Traveloka Eats mengharuskan kita membeli voucher sebelum memesan. Sedangkan Treats harus di-scan on the spot di kasirnya. Yang pasti sih diskonnya lebih mantap Treats by Traveloka Eats he he. Jadi, kalau kamu tinggal di Jakarta, gunakan fitur ini sebaik-baiknya!

#4 Foto makanan yang ditampilkan sama dengan yang disajikan

Sebagai orang yang sering sebal saat membeli makanan online atau mencoba makanan setelah melihat fotonya di akun-akun kuliner Instagram ternyata nggak sesuai kenyataan, hal ini penting banget bagiku. I know it’s part of marketing. Tapi, sebagai konsumen, aku sering merasa tertipu dong. Thankfully, kebanyakan menu makanan di Traveloka Eats sesuai dengan aslinya (berdasarkan pengamatanku pada beberapa restauran yang pernah aku kunjungi ya). Selain itu, Traveloka Eats memungkinkan penggunanya untuk menulis review. YES! Semakin mantap lah untuk menentukan apa yang mau dimakan saat kencan.

traveloka eats surabaya kasoh tunjungan plaza
Jadi, mau menunggu sampai kapan buat mencoba pakai Traveloka Eats?
Tren wisata di Makassar biasanya menyorot pantai, wisata kuliner, dan wisata religi. Akan tetapi, tahukah Anda jika Makassar juga punya banyak titik Instagramable? Café London adalah salah satu tempat nongkrong yang sedang populer di kalangan pemuda serta wisatawan trendi. Selain dekat dengan beberapa hotel di Makassar, kafe ini juga memiliki dekorasi unik serta perpustakaan mini.

Dekorasi Unik Ala Inggris

Café London Makassar Instagramable
Café London (sumber : google.com/maps)

Sesuai namanya, Café London Makassar mengusung desain ala Inggris sebagai tema utamanya. Interiornya dibuat menyerupai rumah bergaya kuno, lengkap dengan kursi-kursi empuk besar dan perapian. Kesannya tidak seperti tempat minum kopi, tetapi lebih seperti tempat bersantai dan nongkrong dengan konsep “rumahan” ala Inggris.

Warna merah, putih, dan biru hadir dimana-mana, terutama dalam wujud bendera Union Jack. Motif bendera ini hadir di hiasan dinding, bantalan kursi, meja, dan sebagainya. Berbagai dekorasi khas Inggris juga ada, misalnya tiruan kotak telepon umum merah London, wadah-wadah teh serta tembakau ala Inggris zaman dulu, hingga sederet kartu pos yang dijadikan hiasan dinding.

Dekorasi “rumah” ini mengusung model Victorian farmhouse, yang terlihat sederhana namun hangat. Anda bisa melihatnya dalam bentuk botol-botol kaca yang dijadikan hiasan, wadah penyiram tanaman antik yang dijadikan pot bunga, hingga rak kayu berisi dekorasi rumahan dan buku-buku.





Rekomendasi Titik Selfie Favorit

Setiap sudut Café London cocok untuk berswafoto, namun ada beberapa titik yang wajib Anda jadikan tempat foto, misalnya:

#1 Bangku Telepon Umum
Replika telepon umum merah London menegaskan kesan “Inggris” dari tempat ini. Anda bisa duduk di bangku berukir panjang yang diletakkan di sebelahnya. Latar belakangnya adalah “jendela” dengan foto panorama kebun rumah ala Inggris.

#2 Panel “Keliling Dunia”
Hiasan di Café London tidak hanya berkaitan dengan Inggris, tetapi juga negara populer lain. Panel “keliling dunia” memiliki lembar-lembar kayu pipih dengan ilustrasi Menara Eiffel serta lukisan Union Jack. Panel ini diapit dua kursi elegan yang sandarannya berhias foto Marilyn Monroe dan Audrey Hepburn.

#3 Kursi Biru Perapian
Inilah salah satu titik foto paling populer di Café London. Kursi empuk biru berhias motif Union Jack diletakkan di depan perapian. Sebuah kotak kayu berisi majalah, beberapa wadah kaleng retro, serta meja bergaya kuno diletakkan di dekatnya.





Café London juga memiliki alat peraga untuk berfoto (props) yang bisa Anda gunakan, misalnya koleksi bantal bermotif ala Inggris serta buku sampul keras.

Hidangan di kedai ini relatif ringan sehingga lebih cocok untuk bersantai. Walau tidak menyajikan makanan khas Inggris, Café London tetap menyuguhkan makanan dan minuman yang tampilannya cocok untuk mengisi album Instagram. Misalnya, ada Chicken Drumstick Rice yang ditata menyerupai wajah karakter imut, atau minuman Flag of London yang berisi es krim vanila, Pepsi Blue, serta sirup stroberi.

Tips Mengunjungi Café London Makassar

Café London Makassar Instagramable
Café London (sumber : google.com/maps)

Café London Makassar berlokasi di Jalan Sultan Alauddin, tepat di sebelah tempat karaoke. Kedai ini buka dari pukul 10:00 hingga 2:00 dini hari, tetapi waktu terbaik mengunjunginya adalah antara pukul 15:00 hingga 17:00. Kedai ini padat pengunjung setiap Jumat sore hingga Minggu siang, jadi pastikan datang pada waktu yang tepat agar bisa mengambil banyak foto dengan leluasa.

Ingin mencari hotel terdekat dari Café London? Gunakan aplikasi Airy sebagai solusi mencari hotel murah terbaik. Dengan jaminan fasilitas seperti AC, pancuran, Wi-Fi, TV, air mineral, dan perlengkapan mandi, Airy menghadirkan penginapan ekonomis tetapi berkualitas. Transaksi lebih aman dan bebas penipuan karena setiap harga yang tercantum adalah harga bersih. Gunakan Airy sebagai solusi mencari penginapan terbaik di Makassar



resolusi 2020 blogger surabaya indonesia
Foto: Unsplash

Di usia yang sudah nggak muda lagi, aku nggak mau buang-buang waktu. Oh God, selama ini ternyata aku santai banget ya melewati hidup. Wisuda di usia 25 tahun. Cari kerja jadi sering kepentok umur. And my parents are definitely growing old without grandchildren. Bukannya aku jadi terburu-buru menikah karena orang tua sih. Aku hanya membayangkan diriku di posisi mereka. They must be sad and disappointed, meski nggak bilang. Oleh karena itu, pada 2020, aku ingin membuat resolusi yang lebih… visioner.

Here’s the recap of what I’ve accomplished this year:
  • WISUDA: OH YES FINALLY! Senang sekali rasanya melihat kelegaan di raut wajah kedua orang tua. Sorry sudah bikin nunggu selama ini, Ma, Pa.
  • Perbanyak investasi: Aku sangat beruntung sudah melek investasi lebih awal. Nggak hanya investasi Reksadanaku yang menggunung, tahun ini aku juga berhasil membuka rekening saham and purchased some meski ada yang... Yah, Namanya juga belajar dari kesalahan.
  • Menerapkan gaya hidup minimalis: Mungkin berhasil? I don’t know though. Aku tetap meminimalisir pembelian baju berdasarkan dresscode Sayangnya, tahun ini aku berhijab sehingga harus merombak semua isi lemari karena most of my clothes either berlengan pendek atau terlalu ketat (meski sebenarnya nggak terlalu ketat, entah kenapa jadi risih sendiri kalau dipadankan hijab).
  • Jalan-jalan ke luar negeri lagi: Alhamdulillah tahun ini aku berhasil mengajak orang tuaku jalan-jalan ke tiga negara sekaligus. Yaitu, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Kami bahkan sempat menghabiskan waktu di salah satu resort di Khao Yai. Wah, orang tuaku luar biasa bahagia. Mereka jadi ketagihan jalan-jalan ke luar negeri and I’m impressed because they’re willing to learn about the country, nggak cuma taking selfie (well, keluargaku memang bukan jenis yang suka foto-foto sih).
  • Blog harus maju ke jenjang berikutnya: MOZ sempat “bersih-bersih” sehingga banyak blog yang skor DA-nya terjung payung. Thank God blog ini masih bertahan dan blog missratri hanya turun sedikit. But still, aku merasa resolusi yang satu ini gagal total karena aku masih belum konsisten menulis blog.




Looking back, kadang aku terlalu takut menulis resolusi. Keinginanku hanya big picture aja sehingga melupakan hal-hal kecil. Misalnya, ingin rajin olahraga atau membersihkan kamar seminggu sekali. Padahal, kalau nggak ditulis, hal-hal seperti itu lewat begitu saja tanpa dipelajari. Next year, aku benar-benar ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Aku ingin menjadi seseorang yang siap dilepas hidup mandiri. Jadi, seperti apa resolusi 2020-ku?

Financial

Emergency Fund

emergency fund
Foto: Unsplash

Sesuai apa yang aku pelajari dari buku Financially Stupid People Are Everywhere: Don't Be One of Them, kita harus menyisihkan 20 persen income untuk emergency fund. Bahkan, financial influencers di Instagram sering mengatakan bahwa seorang single harus punya emergency fund sebesar tiga kali gaji. Oleh karena itu, tahun ini aku harus mencapai at least 20 persen dari gajiku selama satu tahun. I did save up 20 percent for emergency fund last year. Tapi karena satu dan lain hal, emergency fund tersebut terpakai sebelum akhir tahun :""")

Untuk tahu lebih jauh tentang caraku menghindari kalimat "lagi bokek nih", coba baca cara mengatur keuangan anti bokek ala aku. Kalau disiplin dan nggak ada rintangan yang tiba-tiba datang, insyaAllah nggak bakal bokek selamanya. Sudah terbukti sih di aku. Coba aja.

Get Another Income

resolusi 2020 ide buka bisnis
Foto: Unsplash

Aku sangat ingin membuka sebuah bisnis. Sebenarnya keinginan ini sudah muncul sejak lama. Sayangnya, aku belum kepikiran membuka bisnis apa. Sempat terpikir reselling apapun yang sedang hits. Sempat terpikir membuka clothing line. Sempat terpikir menjual buku secara online. Sempat terpikir membuka usaha makanan. Ah, sungguh banyak yang nggak terealisasikan. Hopefully tahun ini aku bisa memutuskan bisnis seperti apa yang ingin kujalankan.




Blogging

Please, Commit!

resolusi 2020 blogging
Foto: Unsplash

Agak sedih sih menulis resolusi yang satu ini. Komitmen is hard. Beneran deh. Ada masa-masa aku bisa rajiiiiin banget menulis. Tapi ada juga masa-masa kehilangan mood, blas nggak ada. Bukan writer's block ya. Hanya mood aja yang hilang. Idenya banyak sampai list what-to-write kepanjangan. Bahkan semua sudah di-schedule kapan diterbitkan! :))))))) I can't forgive myself. Target tahun ini adalah bisa menulis dua kali di missratri.com dan satu kali di ratrianugrah.com dalam satu minggu. Bukan jumlah yang banyak karena I know there are a lot of bloggers out there who writes ONCE A DAY! My respect to all of you who are able to do THAT!

Upload Instagram Feed Once A Week

Instagram Feed Blogger
Foto: Unsplash

"Kenapa yang begini harus ditulis di resolusi sih?"

Ya maaf. Aku tuh bukan jenis orang yang suka foto-foto. I have a very limited stock of photos. Tahun lalu memang sempat jalan-jalan dan foto-foto banyak sih. Tapi... It was before aku hijrah he he. Nggak mungkin lah tetap posting foto tanpa hijab. So I really need to start taking pictures dan mencari sebuah konsep dimana aku nggak harus post foto-fotoku. Yuk, yang belum follow @ratrianugrah, follow sekarang.

Oh, ya. Sebenarnya aku lebih aktif di Twitter. Meski nggak nge-tweet setiap hari, pasti ada aja yang aku retweet. Aku juga suka update tentang drama Korea yang aku tonton tahun ini. Buat yang suka nonton drama Korea ongoing, yuk berteman di Twitter @ratrianugrah_.




Create A YouTube Channel (Should I?)

create youtube channel
Foto: Unsplash

To be honest, I'm still not sure about this one. Keinginannya ada. Besar banget malah. Aku sudah punya semua equipment-nya. Jadi, sebenarnya nggak ada alasan for saying no, right? Masalahnya, aku ini susah banget tampil di depan kamera. Foto aja males, apalagi video :"""") Tapi aku sadar bahwa itu adalah hal yang harus aku hadapi. Being a leader means I should have enough courage to talk to people. Aku pun sudah ada konsep video-video seperti apa yang akan aku buat. Well, wish me luck? Yang punya tulisan blog atau video YouTube tentang ini, boleh banget share ke aku di Instagram atau Twitter ya. Aku mau banyak belajar 🙏

Alright! Itu lah resolusiku untuk 2020. It's a little bit late, but I don't mind. Semua yang aku tulis masih reasonable kok untuk dicapai. Apakah kamu juga suka bikin resolusi? If so, I don't mind checking out yours and I wish you good luck too! Sebenarnya masih ada satu personal goal. But since it's personal, I'll keep to myself ya he he.

Instagram

Instagram