Mau Beli Rumah Murah secara Online? Ikuti Tips Ini!

Saturday, April 27, 2019
beli rumah murah online
Foto: Pixabay

Sejak memasuki usia kepala dua dan terjun ke dunia kerja, mau nggak mau aku harus memikirkan cara untuk membeli rumah. Apakah aku harus beli rumah juga? Memang berapa harga rumah sekarang? Dimana aku bisa beli rumah murah? Bagaimana caranya buat mengetahui semua info itu tanpa harus panas-panasan keliling Surabaya?

Thank God! Sekarang nggak cuma baju dan skincare yang diperjual belikan secara online. Rumah pun bisa dijual online berkat e-commerce properti yang mulai bermunculan. Nggak cuma rumah, platform jual beli properti berbasis online biasanya juga menjual apartemen, tanah, dan produk properti lain.

Waduh, ini beli rumah lho. Masa beli online kayak masukin skincare ke keranjang (yang entah kapan di-check out itu)? Tenang, coba simak tips membeli rumah secara online berikut ini!

#1 Cari Lokasi Terbaik


Sebelum harga, bagiku lokasi adalah hal utama yang perlu diperhatikan. Mau di pusat kota atau suburb aja? Mau dekat kantor atau dekat pusat pembelanjaan? Hal ini harus dipikirkan matang-matang kalau memang ingin membeli rumah untuk jangka panjang. Nggak lucu lah kalau sudah beli rumah murah, eh, ternyata jauh dari mana-mana dan malah membuat budget transportasi membengkak berkali-kali lipat.

Dimana lokasi rumah dijual yang akan kita beli itu jadi lebih gampang dilihat berkat e-commerce properti. Misalnya, aku pengen beli rumah di dekat Graha Pena Surabaya. Setelah itu, aku harus menentukan mau rumah di dalam perumahan, pemukiman padat penduduk, atau pinggir jalan A. Yani (ngimpi banget kan?). Eits, cari tahu dulu ya perkembangan wilayah di daerah itu.

lokasi terbaik beli rumah online
Foto: Unsplash

#2 Pilih Rumah Sesuai Budget


Nggak usah berharap beli rumah kayak chaebol kalau budget-nya cuma cukup buat beli rumah tipe 36 di sebuah perumahan yang baru dibangun. Harga properti itu naik terus lho. Rasanya sulit buat ngejar rumah megah impian kalau cari yang ‘‘murah’’. Menurutku, lebih baik perhatikan lokasi (poin sebelumnya) dan fungsi rumah itu sendiri, bukannya gengsi. Meskipun membeli rumah dengan cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), jangan sampai menghabiskan dana dari pos lain.

#3 Cek Legalitas dan Biaya Tambahannya!


Biasanya, orang Indonesia tuh susah banget disuruh baca dengan seksama. Dengan seksama lho ya. It means detail banget sampai tulisan-tulisan terkecil dan samar-samar (sering terjadi nih saat banyak promo diskon). Nah, karena berhubungan dengan properti, double your effort to read! Biasanya, iklan penjualan properti sudah mencantumkan elemen-elemen berkas legalitas dari properti yang dijual. Tapi, nggak ada salahnya buat cross check dan menanyakan hal yang belum dicantumkan. Don’t be passive buyer ya!

Berkas legalitas tersebut penting banget untuk mengurus proses pindah tangan properti di notaris. Beberapa berkas yang penting buat dicermati adalah sertifikat status hunian (SHM atau SHGB), pelunasan dan surat bebas tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta akta jual beli yang terakhir. Catat ya!

Selain aspek legalitas, kita juga harus menanyakan tentang biaya-biaya lain selain harga rumah. Misalnya, tunggakan listrik dan PDAM (kemarin aku sempat bermasalah dengan ini nih sampai listrik rumah diputus). Dengan begitu, kita bisa ancang-ancang berapa harga all-in.

tips membeli rumah secara online
Foto: Unsplash

#4 Survei Langsung Tetap Penting Lho


Yah, harapannya sih bisa beli rumah tanpa panas-panas. Tapi, setelah dipikir-pikir, ini rumah lho, bukan gorengan :)))) Daripada rumah yang dibeli ternyata nggak sesuai dengan foto (hayo, siapa yang sering tertipu barang olshop? He he), kan mending survei sendiri. Seharusnya sih kondisi rumah nggak jauh berbeda dari foto di e-commerce properti. But maybe they miss the details! Oleh karena itu, pastikan mengecek dengan seksama, mulai luar sampai dalam.

No comments:

Post a Comment

Thanks for reading! Jangan lupa tinggalkan jejak di sini. If you own a blog, don't forget to link it. I will visit you later. x