Resolusi 2019: Thank You, Next

Tuesday, January 1, 2019
Resolusi 2019 Thank You Next
Foto: Unsplash

Pinjam judul lagu terbarunya Ariana Grande ya. Thank You, Next sepertinya paling pas untuk menggambarkan perasaanku menyambut tahun baru. Sebab, banyak hal baru yang terjadi tahun lalu meski nggak bisa disebutkan satu-satu dan nggak selalu terpampang di Instagram-ku. Nggak semua berakhir bahagia, aku mengucapkan thank you (and let’s get to the) next (chapter in life).

Sebelum itu, berikut rekap singkat dari resolusi 2018-ku.
  • Bisa make-up dan rajin merawat kulit: CHECKED! Gara-gara sabun JF Sulfur nggak mempan menghadang timbulnya jerawat di wajah, aku pun mencoba berbagai macam skincare dan melakukan 10 step Korean skincare. Produk terfavorit sih Hada Labo yang berhasil mencerahkan kulit meski akhirnya tetap kusam setelah seharian naik motor. Setelah rajin melakukan steps yang naudzubillah banyak itu, aku sadar kalau kebutuhan kulit orang berbeda. Kulitku ternyata cukup double cleanser, memakai toner, serum, essence, moisturizer, dan (kadang) sheet mask. Kalau pakai peeling dan banyak serum malah beruntusan dan nggak ada pengaruhnya. Sedangkan satu hal yang belum bisa aku lakukan dari applying make-up adalah menjepit bulu mata!! Ya ampun aku parno banget gara-gara pernah terjepit :(
  • Ingat Kebutuhan, Nggak ‘‘Gila’’ Brand: Tanpa aku sadari, ternyata aku masih ‘‘gila’’ brand. Rasanya aku lebih rela bertemu orang yang memakai baju atau tas sama sepertiku asalkan branded, jelas nggak murahan. Aku sempat beli sling bag Zara yang nggak murah-murah amat hanya untuk dipakai satu minggu. Bukan, bukan karena mumpung diskon. Tapi, aku cuma ingin punya tas Zara :"") Nggak penting kan? Fortunately, hal ini nggak berlangsung lama. Entah bagaimana aku merasa terlalu banyak barang yang nggak dipakai dan ingin berhenti membeli barang yang nggak perlu. Aku pun jadi sering menghindari mall he he.
  • Menabung untuk Jalan-Jalan ke Korea: Ya ampun! Aku bahkan baru ingat kalau pernah menulis resolusi ini :)))) I’m following Claudia Kaunang di Instagram. Tapi entah kenapa, bukannya ingin ikut trip bareng dia, aku justru ingin trip sendiri bareng keluarga.
  • Sidang Skripsi dan Wisuda: Aduh. Skip aja ya. Bikin stress banget.
  • Finding ‘‘The One’’: Tahun 2018 kulewati tanpa punya pacar! Antara sedih dan bangga sih karena akhirnya aku sadar kalau nggak perlu punya pacar buat membahagiakan diri sendiri. Bukan berarti aku nggak ingin segera bertemu jodoh ya. Tahun lalu, orang-orang sekitarku ngebet punya pacar dan berharap segera menikah. B-A-N-Y-A-K B-A-N-G-E-T. Jadi, tahu kan pressure-nya bagaimana. Belum lagi orang-orang tua (termasuk orang tuaku) yang selalu bertanya dan memberi kode kapan aku segera naik pelaminan. Wisuda aja belum :"") One thing at a time, please. Situ nggak ikut bayarin nikah kan?
  • Nggak Sering Sakit Lagi: YES! Meski sempat ada sakit-sakit nggak penting (biasanya karena telat makan dan kecapekan), semua masih bisa diatasi!

Yah, nilai rapotnya turun nih. Dari 40 persen (resolusi 2017) menjadi 33,3 persen. Yuk, semangat menghijaukan angka resolusi 2019! *Macam saham aja, Bu.* Without further ado, inilah resolusi 2019-ku. Wish me luck!

Foto: Unsplash

Wisuda, Wisuda, Wisuda

Nggak perlu dibahas panjang. Pokoknya HARUS!

Perbanyak Investasi

Berawal dari pikiran ‘‘bagaimana cara mendapat uang lebih banyak’’, aku kenal secara nggak sengaja dengan saham. Sebenarnya, aku sudah tertarik dengan saham sejak orang-orang ramai main bitcoin. Tapi, sama seperti kebanyakan orang Indonesia, aku masih berpikir bahwa investasi saham hanya untuk orang kaya. Padahal, membuka akun RDI (Rekening Dana Investor) cukup dengan Rp 100 ribu yang langsung bisa dibelanjakan saham.

Setelah beberapa lama mencari info sana-sini, ikut grup saham pemula, dan lain-lain, aku akhirnya memutuskan investasi reksa dana dulu. Aku juga sudah lama mendengar tentang jenis investasi ini. Tapi, waktu aku bertanya ke Bank Mandiri, katanya minimal investasi Rp 1 juta. Entah benar atau nggak, yang jelas reksa dana sebenarnya sudah bisa dilakukan hanya dengan Rp 100 ribu, bahkan Rp 10 ribu lewat Tokopedia.

Nah, tahun ini aku ingin memperbanyak jumlah investasiku. At least rutin investasi setiap bulan. Kapan-kapan aku bakal share caraku mengatur budget ya. Aku juga ingin segera mencoba investasi saham! Sistem dan cara kerja dasarnya sih sudah paham, hanya saja aku merasa belum mampu menganalisa dan memantau pergerakan saham setiap waktu. Menulis blog secara konsisten aja belum bisa, ya kan?

Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Masih ingat tulisanku tentang capsule wardrobe? Nah, itu salah satu cara hidup minimalis. Aku belum terlalu menerapkan capsule wardrobe sih. Tapi, kok kebetulan kantor menerapkan dresscode per hari. Jadi, aku nggak pernah bingung lagi mau pakai baju apa. Biru dongker-putih-biru muda/hijau/merah-biru dongker lagi-batik-libur-bebas! Cycle-nya seperti itu dalam satu minggu.

Gara-gara peraturan baru ini, tiap masuk H&M, Uniqlo, dan sejenisnya, aku hanya memperhatikan warna-warna baju yang bisa dipakai ke kantor. Lumayan, cukup mensortir banyak baju. Kalau melihat warna yang pas, otak langsung berpikir, ‘‘Baju yang biasanya masih bagus kok.’’ Nggak jadi beli deh :)))) Hemat banget! Budget beli baju bisa dialihkan untuk mentraktir ortu makan enak.

Cukup sukses dalam hal baju, aku jadi melirik tumpukan buku di kamar mandi yang entah kapan dirampungkan itu (iya, kamar mandi di dalam kamarku masih seperti gudang he he). Aku berencana menjual dan mendonasikan sebagian. Masih rencana, entah kapan bergeraknya. Aku perlu banyak membaca tulisan tentang gaya hidup minimalis nih dan menonton film dokumenternya di Netflix. Katanya, Raditya Dika menjual semua koleksi jam tangan mahalnya setelah nonton film itu lho! Mau mencoba gaya hidup minimalis juga?


Jalan-Jalan ke Luar Negeri Lagi

Too many unexpected things happened in 2018. Sepertinya aku butuh liburan yang proper. Meski sempat short escape ke Bali beberapa kali, belum lega rasanya kalau masih ‘‘dihantui’’ pekerjaan. Oleh karena itu, setelah suatu target besar berhasil tercapai, aku akan liburan ke luar negeri lagi. Bismillah. Sudah mulai dicicil sih budget dan persiapan untuk di sana. Kemana kah itu? Rahasia!

Kali ini aku ingin mendokumentasikan perjalananku nggak cuma di blog, melainkan juga vlog! Ha ha ha ha. Membayangkannya saja sudah cringe sendiri. Sebenarnya, aku sudah lama ingin membuat channel YouTube. Katanya cari adsense di sana kan lebih gampang. Selain itu, kalau kita perhatikan video-video yang viral, kebanyakan hanya diedit sekedarnya, source comot sana-sini, dan dikasih judul bombastis. Kualitas? Jangan berharap.

Lalu, kenapa belum buat? Pertama, ini sudah era advance technology. Semua orang bikin video yang keren-keren. At least, kualitasnya kece lah. Aku yang skill fotografinya pas-pasan dan punya laptop super lemot ini mana bisa menyuguhkan video yang sesuai standard. Kedua, aku tuh nggak terlalu lancar berbicara di depan kamera. I’m more like someone-behind-curtain kind of girl. Project dikerjakan bareng, tapi yang berdiri di spotlight malah si dia… Ah, sudah biasa. Terakhir, suaraku cempreng banget!!! :)))) Bikin nggak pede nih. When I sing, I can make my voice sounds prettier. Tapi, kalau berbicara, bagaimana cara mengontrolnya ya :”) Semoga aku segera bisa menemukan konsep video yang nggak terlalu menonjolkan selfie dan suara he he.

Blog Harus Maju ke Jenjang Berikutnya

‘‘Jenjang’’ yang dimaksud ya mulai dari jumlah posting-an, angka DA dan PA, kecepatan blog, sampai lebih banyak tawaran content placement (lagi). Selama ini, kedua blogku hanya dijadikan sebagai wadah menampung unek-unek di kepala sih. Maklum, menulis secara konsisten itu sulitnya luar biasa. Membuat blogging planner? Jelas sudah dilakukan! Eksekusinya itu lho yang nggak gampang. Apa saja yang akan aku hadirkan di blog ratrianugrah.com dan missratri.com? Tunggu ya.

resolusi 2019 happy new year
Foto: Unsplash

Oke. Lima aja ya target hidup tahun depan. I’m going to turn 26 next year dan semoga pada saat itu sudah mengantongi jodoh. Nggak jadi nikah umur 25 nggak papa deh. Mungkin memang belum waktunya. God knows I’m trying, that’s what matters. Apa resolusimu untuk 2019?