4 Wisata Kuliner Kediri yang Wajib Dicicipi

Tuesday, August 22, 2017
Foto: Bola dan Kelana

Kediri. Ah, jadi ingat masa-masa KKN dua tahun lalu. Waktu itu aku ditempatkan di Nganjuk yang sangat sepi. Karena Kediri hanya berjarak 1,5 jam naik sepeda motor lewat jalan tembus, kelompok KKN-ku pun sering hangout di sana. Ada bioskop, ada TransMart, dan yang penting ada McDonald! He he he.

You might know Kediri only for bangunan ala Perancis ini. Tapi, jangan salah. Sebenarnya ada banyak hal yang wajib dicoba saat berkunjung ke Kediri. Salah satunya adalah kulinernya! If you travel with my family, culinary is always on the top of our to-do list. Apa saja kuliner Kediri yang wajib dicicipi?

Tahu Takwa

Foto: rokerkediri

The thing that I remember the most about Kediri is tahu takwa. Waktu kecil, aku selalu membawa pulang tahu ini sebagai oleh-oleh khas Kediri. Meski bentuknya mirip tahu kuning biasa, taste-nya berbeda lho. Apalagi, tahu takwa sudah melegenda sejak 1912. See, kurang bikin penasaran apa coba?

Tahu takwa pertama kali diproduksi oleh perusahaan Bah Kacung. Teksturnya kenyal dan lembut. Setelah digoreng, tahu terasa renyah di luar dan gurih tanpa rasa asam di lidah. Saking enaknya, aku yang tidak suka tahu ini doyan nyemil tahu takwa kok. Hal ini tidak lepas dari cara pembuatannya yang masih tradisional. Yaitu, dengan tangan dan sangat memperhatikan kondisi air yang digunakan. If you want to try, langsung datang saja ke pabriknya di Jalan Trunojoyo No. 59, Kediri.

Nasi Pecel Tumpang
To be honest, I don’t really like pecel. Tapi, sebagai penikmat makanan sehat dan pemakan segala, ayah dan ibuku menjadikan nasi pecel tumpang sebagai makanan wajib saat ke Kediri. Yah, semacam nasi gudeg di Yogyakarta. Rasanya tidak afdol kalau belum makan. But I have to admit kalau nasi pecel di Kediri beda dari tempat lain. Cara penyajiannya pun langsung di atas ‘‘picuk’’ daun pisang.

Nasi pecel yang paling terkenal di Kediri adalah Nasi Pecel Tumpang Bu Ani. Rumah makannya berada di dekat beberapa hotel di Kediri. Salah satunya Hotel Merdeka Kediri yang selalu ramai dan buka selama 24 jam. Nasi pecel ini disajikan saat nasi masih mengepul hangat. Lalu, di atasnya ditambahkan sayuran seperti daun pepaya, daun kenikir, daun ketela pohon, kacang panjang, buah pepaya muda, dan kecambah. Setelah itu, sambal pecel dan sambal tumpang disiramkan.

Sate Emprit

Foto: kulinerkita18

Sate ayam? Ah, sudah biasa. Sate kambing? Ah, sebentar lagi dapat banyak. Kalau mau sate anti mainstream, cobalah sate emprit di Kediri. Sate ini unik karena berbahan dasar daging burung emprit yang ternyata termasuk hewan pengganggu (hama) yang merusak tanaman petani.

Sebelum dihidangkan, daging burung emprit diberi air yang sudah dicampuri asam, gula merah, dan bawang putih sebagai penyedap rasa. Setelah itu, daging dibakar dan diolah dengan bumbu sate atau kecap yang dicampur sambal kacang. Biasanya, dalam satu sunduk terdapat dua daging burung emprit yang dipadukan dengan bumbu sate lengkap, lalapan ketimun, dan irisan bawang merah.

Sate Bekicot
This one sounds a little extreme. Tapi sebenarnya tidak kok. Buktinya, budheku suka sekali nyemil sate bekicot sambil bergosip dengan saudara-saudaranya. When she looked at my weird expression, she scolded me saying, ‘‘Sehat ini.’’ Well, oke. Ternyata sate bekicot ini cukup popular dan bahkan jadi makanan khas Kediri. Pusat pembuatannya ada di Desa Djengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kota Kediri, atau tepatnya 10 kilometer dari kawasan Monumen Simpang Lima Gumul.

Sate ini disajikan dengan bumbu kacang dan irisan bawang merah. Bagaimana rasanya? Enak sih. Teksturnya kenyal dan bisa membuat tubuh terasa hangat. Kalau ditanya apa tidak jijik, well, setelah matang sih biasa saja. Mungkin malah lebih ekstrim escargot di Perancis yang berbahan dasar siput.

Nah, dari empat makanan khas Kediri itu, sudah pernah mencoba yang mana? Sebenarnya, masih banyak makanan lain yang tidak kalah enak. Sebut saja tahu poo dan gethuk pisang yang sangat pas dijadikan cemilan. Yuk, sekali-sekali datang dan liburan ke Kediri! It won’t disappoint you!


Bonus! Kelompok KKN-ku saat liburan tipis-tipis di Simpang Lima Gumul, Kediri