Ternyata Beli Lemari Pakaian Tidak Boleh Sembarangan!

Wednesday, July 12, 2017
Beli Lemarin Pakaian di MatahariMall.com
Foto: Pixabay

Dulu, Ama hanya punya satu syarat untuk memilih lemari pakaian: kayu jati pasti bagus. Yap, hanya kualitas saja yang dipertimbangkan. I was still a kid yang selalu manut apa kata orang tua. Dan aku baru menyesali itu sekarang. Di era dimana semua hal harus Instagram-able, lemari pakaian kayu jati yang Ama elu-elukan itu sudah ketinggalan zaman.

I know, mengutamakan kualitas memang tidak ada salahnya. Tapi, bagiku beli lemari pakaian itu juga harus disesuaikan dengan jenis kamar. I've been thinking about this a lot karena kebetulan saat ini kamarku masih kosong, tidak ada perabot sama sekali kecuali kasur. So, of course membeli lemari pakaian is on my to-do list. Nah, inilah 4 cara menentukan lemari pakaian yang pas untuk kamarmu.

Berdasarkan Tipe
Just in case you haven’t notice, orang-orang mulai suka membuat built-in wardrobe. Biasanya, tipe lemari ini diaplikasikan di rumah-rumah besar yang punya space lebih banyak. Karena dibuat berdasarkan permintaan, built-in wardrobe membebaskan pemiliknya berkreasi. Mau dibuat seperti tembok, sebagai sekat antar-ruangan, semuanya bisa. Sayangnya, pembuatan built-in wardrobe memakan banyak waktu dan biaya.

Beli built-in wardrobe
Foto: Homedit

For me, free standing wardrobe is more convenient. Tipe lemari pakaian ini lebih mudah dipindah-pindah. Pas banget buat aku yang mudah bosan dan sering pindah rumah. Sebenarnya, free standing wardrobe juga bisa dibuat sesuai permintaan. But it’ll cost more money.

Berdasarkan Ukuran
Aku pernah berkunjung ke rumah seorang relative. Dengan anggota keluarga yang cukup banyak, she needs a bigger wardrobe. Sayangnya, it ends up with ‘‘asal ada lemari besar’’ which is very annoying karena sebenarnya ruangannya tidak cukup luas. Yap, ukuran lemari pakaian juga harus diperhatikan. Jangan memaksa ukuran besar di ruangan sempit, apalagi sampai mem-blocking cahaya. Aku personally lebih suka lemari pakaian minimalis agar space bergerak lebih luas.

Berdasarkan Style
Sering lihat dekorasi kamar tidur di Tumblr? Anak kekinian pasti punya impian untuk mendekorasi kamar ala Tumblr. Mulai dari pemilihan warna, penataan furnitur, bahkan sampai cahaya lampu. Oleh karena itu, kamar tidur masa kini harus aesthetically pleasing. Pilihlah lemari pakaian yang satu tone dengan dinding kamar. It’s either white or grey for me. Untuk kesan minimalis, lemari pakaian tanpa pintu adalah pilihan paling pas!

Berdasarkan Kapasitas


Beli lemari pakaian
Foto: Zandart

Ini dia issue utama yang sedang aku alami. Surprisingly aku punya banyak pakaian yang harus digantung. Sedangkan lemari pakaianku saat ini punya banyak rak untuk folded clothes. Alhasil, bagian gantungan penuh sesak. Sampai-sampai beberapa baju harus disetrika ulang (T_T) So, make sure memilih desain lemari pakaian yang tepat. Don’t be like me!

Kalau lebih banyak pakaian yang digantung, sebaiknya beli lemari pakaian khusus gantungan. I recommend this trick untuk menghemat tempat. Sedangkan pakaian yang dilipat bisa diletakkan di rak susun. Rak susun ini pun tidak necessarily harus berisi pakaian. I put some notes and books di bagian rak paling bawah karena aku tidak ingin membeli lemari khusus buku he he.

Merasa lemari pakaianmu kurang sesuai? Eits, beli lemari pakaian itu tidak selalu mahal kok. Coba beli lemari pakaian di MatahariMall. Ada banyak pilihan lemari sesuai tipe yang dibutuhkan. Don’t worry, sellers di MatahariMall.com terpercaya kok. Sebelum lebaran kemarin aku membeli beberapa barang di sana. Meski pengiriman harus ditunda karena libur lebaran, pesananku sampai dengan selamat kok. So, who’s going to buy?

14 comments:

  1. Lemari jati yang kekinian banyak juga sekarang. Bisa custome juga. Tapi emang berat di ongkos sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya iya bener. Sekarang lagi hits shabby chic gitu. Emang bisa dari lemari jati sih. Tapi dulu mamaku nggak seberapa mentingin desain. Asal kayu jati yang dipoles sampe mengkilap itu lho hehe

      Delete
  2. Lemari pakaian sy nempel dengan dinding kamar mandi dan jadi rusak :( lembab sepertinya. Butuh lemari baru. Makasih ya tipsnya. Itu foto2 lemarinya bikin pengin :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya kalau dinding apapun yang nempel kamar mandi selalu bermasalah ya. Mending dilapisi aja mba dindingnya sebelum dikasih perabotan

      Delete
  3. Lemari kami juga dari jati dan jadul banget... Maklum lemari warisan mertua. Tapi justru aku suka karena yg jadul itu justru sekarang unik dan susah dicari ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba. Tapi karena aku gampang bosan, jadi kadang kualitas buat saya nomor dua saja. Yang penting penampilannya hehe. Buat jadi modus beli yang baru gitu.

      Delete
  4. Tips bnr bngt,,. Ini Lemari Ku sptnya hrs ganti kayuny pressan gitu,, jd jamuran mungkin krn lembab jg pdhl setiap 2 minggu sekali sdh di buka2 hrs di lembiru

    ReplyDelete
  5. lagi pingin serba gantung juga nih. kayaknya lebih praktis dan mudah diterapkan anak2 daripada ngomel mulu karena mereka suka ngacak-acak kalau cari baju :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai sekarang aku pun sering dimarahi kok mba :" Enak gantung

      Delete
  6. Thanks tipsnya! Aku prefer lemari yang minimalis modelnya asal ada gantungannya hehe. Malah pengennya mengurangi koleksi jadi lemari nggak penuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah baca aturan kalau beli satu, buang satu nih mba. Jadi tiap beli 1 baju baru, berarti harus membuang/menghibahkan 1 baju lama biar nggak numpuk.

      Delete
  7. Kalau aku sbnrnya pengen punya lemari besar atau built in wardrobe sekalian tapi apa daya rumah seuprit.
    Moga2 kalau diberi rejeki beli rmh yg agak gedhean bisa bikin kamar khusus naruh pakaian :D

    ReplyDelete
  8. atau bikin sendiri aja mba. Beli bahan-bahan atau papan yang sudah di finishing, banyak dijual di hardware store, rangka besi, siku, tiang gantung yang disesuaikan dengan jenis gantungan yang kita inginkan. berderet atau disusun ke belakang. model dan tutorial cara bikinnya banyak kan di DIY. Tinggal bayar ongkos tukangnya aja. Lebih ekonomis karena ruang dan ruang bisa dimanfaatin secara maksimal. Nice posting ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya :) Masih mikir-mikir buat DIY karena nggak punya banyak waktu. Maunya mah langsung beres hehe *dasar anak malas*

      Delete

Thanks for reading! Jangan lupa tinggalkan jejak di sini. If you own a blog, don't forget to link it. I will visit you later. x